Busuk akar disebabkan oleh jamur tular tanah seperti Rhizoctonia solani dan Pythium spp. Ciri khasnya: daun menguning, layu mendadak, dan batang dekat permukaan tanah menghitam atau lembek. Akar tampak coklat kehitaman dan busuk. Penyakit ini menyebar cepat di tanah yang tergenang. Solusinya: perbaiki drainase dengan menanam di bedengan tinggi, kurangi frekuensi penyiraman (siram hanya saat tanah kering), dan hindari mulsa organik tebal. Cabut dan musnahkan tanaman terserang.
Bercak daun (Alternaria/Septoria) muncul sebagai bercak coklat kehitaman dengan lingkaran konsentris pada daun. Bercak bisa menyatu dan menyebabkan daun gugur. Penyakit ini disebarkan oleh percikan air hujan atau irigasi. Solusinya: atur jarak tanam (30-40 cm antar tanaman) untuk sirkulasi udara, siram di pangkal batang bukan di daun, dan pangkas daun bagian bawah yang terkena. Gunakan fungisida berbahan aktif tembaga atau mancozeb sesuai label.
Embun tepung (Oidium) ditandai dengan lapisan putih tepung pada permukaan daun, terutama di musim kemarau dengan kelembaban malam tinggi. Daun bisa keriting dan pertumbuhan terhambat. Solusinya: semprot dengan larutan baking soda (1 sdt per liter air) atau minyak neem setiap 7-10 hari. Hindari pemupukan nitrogen berlebihan yang memicu pertumbuhan daun lunak. Pastikan tanaman mendapat sinar matahari langsung minimal 6 jam sehari.