Kutu daun biasanya muncul di pucuk muda dan permukaan bawah daun, menyebabkan daun keriting dan pertumbuhan terhambat. Tungau laba-laba meninggalkan jaring halus dan bercak kuning atau perak pada daun, terutama saat cuaca panas dan kering. Ulat pemakan daun membuat lubang tidak beraturan pada daun dan dapat menggunduli tanaman dalam waktu singkat. Semua hama ini bisa diatasi tanpa pestisida kimia jika terdeteksi dini.
Untuk kutu daun, semprot dengan air sabun (1 sendok makan sabun cair biodegradable per liter air) setiap 3-4 hari selama 2 minggu. Untuk tungau, tingkatkan kelembapan dengan menyemprotkan air ke daun setiap pagi, atau gunakan minyak neem encer (ikuti label). Untuk ulat, petik manual atau semprotkan Bacillus thuringiensis (Bt) sesuai petunjuk kemasan. Hindari penggunaan pestisida kimia karena dapat membunuh musuh alami seperti kepik dan lebah.
Pencegahan adalah kunci: jaga jarak tanam agar sirkulasi udara baik, siram di pangkal tanaman (hindari daun basah), dan rotasi tanaman jika ditanam di lahan. Tanam tanaman pendamping seperti bawang putih atau daun mint di dekat thyme untuk mengusir hama. Jika serangan parah, potong bagian tanaman yang terserang dan buang jauh dari kebun. Konsultasikan dengan penyuluh BPP setempat jika hama tidak terkendali.