Panduan Pemupukan Temulawak yang Tepat untuk Hasil Rimpang Melimpah

Pemupukan temulawak yang tepat menggabungkan pupuk organik sebagai nutrisi dasar dan pupuk anorganik susulan secara berkala untuk memaksimalkan bobot serta kandungan kurkumin rimpang.

Jawaban singkat

Pemupukan temulawak diawali saat pengolahan tanah pada awal musim hujan, sekitar bulan Oktober atau November. Pemberian pupuk kandang sapi atau kambing yang sudah matang sebanyak 10 hingga 15 ton per hektar, atau sekitar 1 hingga 1,5 kg per lubang tanam, sangat krusial untuk memperbaiki struktur tanah dan menyediakan nutrisi dasar bagi perkembangan awal akar.

Ringkas: Temulawak

Cahaya
Cahaya matahari penuh hingga naungan ringan (70-100%)
Penyiraman
Siram 2-3 hari sekali pada musim kemarau, jaga agar tidak tergenang
Musim
Awal musim hujan (Oktober - November)
Tingkat Kesulitan
Mudah

Membutuhkan tanah gembur dan kaya bahan organik untuk perkembangan rimpang maksimal.

Pemupukan susulan pertama dilakukan saat tanaman berumur 1 hingga 2 bulan setelah tanam (BST) menggunakan kombinasi pupuk nitrogen dan kalium, seperti Urea 100 kg per hektar dan KCl 50 kg per hektar. Pemupukan susulan kedua diberikan pada umur 4 BST dengan dosis Urea 100 kg per hektar dan KCl 100 kg per hektar untuk mendongkrak pembentukan serta pembesaran rimpang utama.

Memasuki umur 6 BST atau saat fase pengisian rimpang di pertengahan musim hujan, berikan pupuk kalium tinggi seperti KCl sebanyak 100 kg per hektar untuk memicu penimbunan pati dan minyak atsiri. Penaburan pupuk dilakukan dalam larikan sejauh 5 hingga 10 cm dari pangkal batang, kemudian ditutup tanah dan dibumbun agar nutrisi tidak tercuci oleh air hujan.

Penggunaan pupuk hayati mikroba pelarut fosfat dan penambat nitrogen dapat dikucurkan setiap 4 minggu sekali sebanyak 250 ml per lubang tanam untuk menjaga kesehatan tanah. Kombinasi pupuk organik, anorganik terukur, serta pembumbunan tanah yang teratur terbukti meningkatkan produktivitas rimpang temulawak hingga mencapai 20 sampai 30 ton per hektar saat panen di umur 9 hingga 10 bulan.

Langkah-langkah

  1. Aplikasi Pupuk Dasar: Campurkan pupuk kandang matang sebanyak 1 hingga 1,5 kg per lubang tanam saat pembuatan bedengan 2 minggu sebelum tanam.
  2. Pemupukan Susulan Pertama (1-2 BST): Taburkan pupuk nitrogen dan kalium dalam larikan melingkar sejauh 5 cm dari batang, lalu tutupi dengan tanah tipis.
  3. Pemupukan Susulan Kedua & Pembumbunan (4 BST): Berikan pupuk susulan kedua lalu lakukan pembumbunan tanah untuk menutupi rimpang yang mulai muncul ke permukaan.
  4. Pemupukan Fase Pengisian Rimpang (6 BST): Aplikasikan pupuk kaya kalium untuk memaksimalkan ukuran rimpang, dilanjutkan penyiraman jika kondisi tanah terlalu kering.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan waktu terbaik memberi pupuk dasar temulawak?

Pupuk dasar paling baik diberikan 1 hingga 2 minggu sebelum bibit ditanam, yaitu saat pengolahan tanah atau pembuatan bedengan.

Apakah temulawak bisa tumbuh subur hanya dengan pupuk organik?

Bisa, namun untuk mencapai hasil panen rimpang yang optimal secara komersial, kombinasi pupuk organik dan anorganik susulan sangat dianjurkan.

Mengapa pupuk tidak boleh mengenai langsung pangkal batang temulawak?

Kontak langsung dengan pupuk kimia berkonsentrasi tinggi dapat menyebabkan pangkal batang atau tunas muda terbakar dan membusuk.

Berapa kali pemupukan susulan dilakukan selama masa tanam temulawak?

Pemupukan susulan idealnya dilakukan sebanyak 3 kali, yaitu pada umur 1-2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan setelah tanam.

Apa tanda temulawak kelebihan pupuk nitrogen?

Batang dan daun tumbuh sangat rimbun serta sukulen, namun ukuran rimpang di dalam tanah kecil dan rentan terserang penyakit busuk rimpang.

Lebih lanjut tentang Temulawak

Panduan terkait

Pemupukan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.