Panduan Lengkap Cara Menanam Temulawak dari Awal Sampai Panen

Menanam temulawak sangat mudah dilakukan di lahan maupun pekarangan rumah dengan hasil rimpang yang melimpah jika dirawat secara tepat.

Jawaban singkat

Menanam temulawak diawali dengan memilih rimpang induk atau rimpang cabang yang sehat dari tanaman tua berumur 10 hingga 12 bulan. Rimpang bibit dipotong-potong hingga berbobot sekitar 20 sampai 30 gram per potong, dengan setidaknya memiliki 2 hingga 3 mata tunas yang jelas. Sebelum ditanam, rimpang bibit disemaikan terlebih dahulu di tempat teduh berpenerangan cukup selama 2 sampai 3 minggu hingga tunas muncul sepanjang 1 hingga 2 cm. Waktu penanaman terbaik di Indonesia adalah pada awal musim hujan sekitar bulan Oktober atau November agar bibit mendapatkan kelembapan alami yang cukup.

Ringkas: Temulawak

Cahaya
Cahaya matahari penuh hingga naungan ringan (70-100%)
Penyiraman
Siram 2-3 hari sekali pada musim kemarau, jaga agar tidak tergenang
Musim
Awal musim hujan (Oktober - November)
Tingkat Kesulitan
Mudah

Membutuhkan tanah gembur dan kaya bahan organik untuk perkembangan rimpang maksimal.

Pengolahan tanah dilakukan dengan mencangkul lahan sedalam 30 cm agar gembur dan bebas dari batu atau gulma. Buat bedengan dengan lebar 100 cm, tinggi 30 cm, dan jarak antarbedengan 40 cm untuk kelancaran drainase. Tambahkan pupuk kandang atau kompos matang sebanyak 2 sampai 3 kg per lubang tanam sebagai pupuk dasar. Buat lubang tanam dengan jarak tanam 50 cm x 60 cm, lalu tanam rimpang bibit pada kedalaman 7 hingga 10 cm dengan posisi tunas menghadap ke atas.

Perawatan harian mencakup penyiraman yang teratur setiap 2 hingga 3 hari sekali pada musim kemarau, dan disesuaikan saat musim hujan agar lahan tidak tergenang air. Penyiangan gulma dilakukan setiap 4 minggu sekali bersamaan dengan pembumbunan tanah di sekitar rumpun pada bulan ke-3 dan ke-5 setelah tanam. Pembumbunan bertujuan untuk menutup rimpang yang muncul ke permukaan tanah dan merangsang pembentukan rimpang baru yang lebih besar dan berbobot.

Pemanenan temulawak umumnya dilakukan saat tanaman berumur 9 hingga 12 bulan setelah tanam, yang ditandai dengan daun dan batang mulai menguning serta mengering secara alami. Proses panen dilakukan dengan membongkar tanah di sekitar rumpun menggunakan garpu tanah secara hati-hati agar rimpang tidak terluka. Setelah diangkat, bersihkan rimpang dari tanah yang menempel, potong akar-akar kecilnya, lalu angin-anginkan rimpang di tempat teduh selama 2 sampai 3 hari sebelum disimpan atau diolah.

Langkah-langkah

  1. Pilih rimpang bibit berusia 10-12 bulan, potong seukuran 20-30 gram dengan 2-3 mata tunas, lalu angin-anginkan hingga tunas tumbuh 1-2 cm.
  2. Olah tanah sedalam 30 cm, buat bedengan setinggi 30 cm dan lebar 100 cm, lalu campurkan 2-3 kg kompos per lubang tanam.
  3. Tanam rimpang pada kedalaman 7-10 cm dengan jarak 50 cm x 60 cm, pastikan posisi tunas menghadap ke atas lalu tutup tanah tipis.
  4. Lakukan penyiraman rutin, siangi gulma sebulan sekali, serta lakukan pembumbunan tanah pada bulan ke-3 dan ke-5 sebelum dipanen pada umur 9-12 bulan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa bulan temulawak bisa dipanen?

Temulawak dapat dipanen secara optimal pada umur 9 hingga 12 bulan setelah tanam ketika tanaman memasuki fase dormansi.

Apakah temulawak bisa ditanam di dalam polybag?

Bisa, gunakan polybag berukuran minimal 40x40 cm dengan media tanam campuran tanah, kompos, dan arang sekam berbanding 1:1:1.

Berapa jarak tanam yang ideal untuk temulawak?

Jarak tanam ideal adalah 50 cm x 60 cm atau 60 cm x 70 cm agar rimpang memiliki ruang tumbuh yang leluasa.

Mengapa daun temulawak menguning dan mengering?

Jika terjadi pada umur 9-12 bulan, itu tanda alami temulawak siap dipanen. Namun jika terjadi pada usia muda, bisa jadi akibat kekurangan air atau serangan busuk rimpang.

Lebih lanjut tentang Temulawak

Panduan terkait

Cara Menanam, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.