Pengolahan tanah dilakukan dengan mencangkul lahan sedalam 30 cm agar gembur dan bebas dari batu atau gulma. Buat bedengan dengan lebar 100 cm, tinggi 30 cm, dan jarak antarbedengan 40 cm untuk kelancaran drainase. Tambahkan pupuk kandang atau kompos matang sebanyak 2 sampai 3 kg per lubang tanam sebagai pupuk dasar. Buat lubang tanam dengan jarak tanam 50 cm x 60 cm, lalu tanam rimpang bibit pada kedalaman 7 hingga 10 cm dengan posisi tunas menghadap ke atas.
Perawatan harian mencakup penyiraman yang teratur setiap 2 hingga 3 hari sekali pada musim kemarau, dan disesuaikan saat musim hujan agar lahan tidak tergenang air. Penyiangan gulma dilakukan setiap 4 minggu sekali bersamaan dengan pembumbunan tanah di sekitar rumpun pada bulan ke-3 dan ke-5 setelah tanam. Pembumbunan bertujuan untuk menutup rimpang yang muncul ke permukaan tanah dan merangsang pembentukan rimpang baru yang lebih besar dan berbobot.
Pemanenan temulawak umumnya dilakukan saat tanaman berumur 9 hingga 12 bulan setelah tanam, yang ditandai dengan daun dan batang mulai menguning serta mengering secara alami. Proses panen dilakukan dengan membongkar tanah di sekitar rumpun menggunakan garpu tanah secara hati-hati agar rimpang tidak terluka. Setelah diangkat, bersihkan rimpang dari tanah yang menempel, potong akar-akar kecilnya, lalu angin-anginkan rimpang di tempat teduh selama 2 sampai 3 hari sebelum disimpan atau diolah.