Penyebab paling umum adalah overwatering. Rosemary sangat sensitif terhadap genangan air. Ciri khasnya: daun bagian bawah menguning lalu rontok, tanah terasa basah terus, dan bau apek. Solusinya: hentikan penyiraman selama 5–7 hari, pindahkan ke pot berlubang, dan ganti media tanam dengan campuran 60% pasir malang + 40% sekam bakar.
Penyebab kedua adalah drainase buruk atau media terlalu padat. Ciri: daun menguning merata, pertumbuhan lambat, dan tanah mengeras. Solusi: ganti media dengan komposisi porous (2:1:1 tanah, pasir, kompos) dan pastikan pot memiliki lubang. Jangan gunakan tanah liat murni. Untuk tanaman di tanah, buat bedengan tinggi 30 cm agar air hujan cepat mengalir.
Penyebab ketiga adalah kekurangan nutrisi, terutama nitrogen atau zat besi. Ciri: daun menguning dengan urat hijau (klorosis) pada daun muda. Solusi: beri pupuk organik cair (seperti urine kelinci fermentasi) dengan dosis 1 sendok per liter air, 1 kali seminggu selama 3 minggu. Hindari pupuk kimia berlebihan karena rosemary termasuk tanaman ringan dalam hal nutrisi.