Penyiraman harus dilakukan hanya saat media tanam benar-benar kering. Cek dengan memasukkan jari hingga ruas kedua; jika terasa lembap, jangan disiram. Frekuensi penyiraman di musim kemarau bisa 2-3 hari sekali, sedangkan di musim hujan kurangi menjadi seminggu sekali atau bahkan lebih jarang. Jangan biarkan pot terkena air hujan langsung terus-menerus. Letakkan rosemary di tempat yang terlindung dari hujan deras, misalnya di teras atau bawah naungan plastik transparan.
Pemupukan cukup dilakukan sebulan sekali menggunakan pupuk organik cair (POC) yang diencerkan sesuai petunjuk. Hindari pupuk kimia nitrogen tinggi karena akan membuat daun lembek dan rentan penyakit. Pemangkasan rutin sangat penting: potong ujung ranting sekitar 5-10 cm setiap 2-3 bulan untuk merangsang percabangan dan mencegah tanaman menjadi kurus. Hasil pangkasan bisa langsung digunakan sebagai bumbu masak atau dikeringkan.
Rosemary jarang terserang hama di Indonesia, namun kutu daun dan tungau bisa muncul saat cuaca panas dan kering. Semprot dengan air sabun (1 sendok sabun cair per liter air) seminggu sekali sampai hama hilang. Jika muncul jamur putih pada daun (embun tepung), kurangi kelembapan dengan memperbaiki sirkulasi udara dan jangan menyiram daun. Dengan perawatan yang konsisten, rosemary bisa hidup bertahun-tahun dan menjadi sumber rempah segar di dapur Anda.