Cara panen yang benar adalah dengan memotong batang atau pucuk daun menggunakan gunting atau pisau tajam yang steril. Potong pada ruas batang, sekitar 5–10 cm dari ujung, atau ambil batang sepanjang 15–20 cm jika ingin daun dalam jumlah banyak. Jangan memotong lebih dari sepertiga bagian tanaman sekaligus, dan sisakan minimal 2–3 ruas dari pangkal agar tunas baru bisa tumbuh. Panen bisa dilakukan setiap 4–6 minggu sekali, tergantung pertumbuhan.
Untuk penyimpanan, rosemary segar bisa disimpan di kulkas dalam wadah tertutup atau dibungkus tisu lembap selama 1–2 minggu. Untuk penggunaan jangka panjang, keringkan daun dengan cara digantung terbalik di tempat teduh dan berventilasi selama 7–10 hari, atau gunakan oven suhu rendah (50°C) selama 2–4 jam. Daun kering simpan dalam toples kedap udara di tempat gelap dan kering.
Di Indonesia, rosemary tumbuh optimal di musim kemarau karena kurang tahan kelembapan tinggi. Jika musim hujan ekstrem, lindungi tanaman dengan naungan plastik atau pindahkan pot ke tempat yang tidak tergenang. Pemupukan dengan kompos atau pupuk kandang setiap 2–3 bulan sekali membantu menjaga pertumbuhan. Rajin memanen juga merangsang percabangan dan membuat tanaman lebih rimbun.