Panduan Pemupukan Mahkota Dewa yang Tepat

Pemupukan yang tepat pada Mahkota Dewa akan meningkatkan pertumbuhan dan produksi buah, berikut panduan lengkapnya.

Jawaban singkat

Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) merupakan tanaman obat yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Pemupukan yang tepat sangat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi buahnya. Tanaman ini membutuhkan nutrisi seimbang, terutama nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K), serta unsur mikro seperti magnesium dan boron. Pemupukan dilakukan secara bertahap sesuai umur tanaman, mulai dari pembibitan hingga tanaman dewasa.

Ringkas: Mahkota Dewa

Cahaya
Cahaya penuh hingga teduh 30%
Penyiraman
Siram 2 hari sekali saat kemarau, kurangi saat hujan
Musim
Tanam awal musim hujan (Oktober–November)
Tingkat Kesulitan
Sedang

Membutuhkan drainase baik, tidak tahan genangan

Untuk tanaman Mahkota Dewa yang baru ditanam (0-6 bulan), berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang atau kompos sebanyak 5-10 kg per pohon setiap 3 bulan. Tambahkan pupuk NPK 16-16-16 sebanyak 50-100 gram per pohon setiap 2 bulan. Pada musim hujan, kurangi dosis pupuk kimia karena risiko pencucian hara, dan tingkatkan dosis pupuk organik untuk memperbaiki struktur tanah.

Memasuki usia 1-2 tahun, tanaman mulai memasuki fase generatif. Berikan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 150-200 gram per pohon setiap 2 bulan, dikombinasikan dengan pupuk kandang 10-15 kg per pohon setiap 4 bulan. Untuk merangsang pembungaan dan pembuahan, tambahkan pupuk dengan kandungan fosfor dan kalium lebih tinggi, seperti NPK 12-12-17, sebanyak 100-150 gram per pohon pada awal musim kemarau.

Pada tanaman dewasa (usia >3 tahun), pemupukan dilakukan setiap 2-3 bulan dengan dosis NPK 15-15-15 sebanyak 200-300 gram per pohon. Pupuk organik tetap diberikan setiap 4-6 bulan sebanyak 15-20 kg per pohon. Perhatikan juga gejala defisiensi hara, seperti daun menguning (kekurangan N) atau buah kecil (kekurangan K). Lakukan pemupukan daun dengan pupuk mikro jika diperlukan, sesuai petunjuk pada kemasan. Pemupukan sebaiknya dilakukan saat cuaca cerah, pagi atau sore hari, dan siram tanaman setelah pemupukan.

Langkah-langkah

  1. Lakukan analisis tanah sederhana atau konsultasi dengan BPP setempat untuk mengetahui kebutuhan hara spesifik lahan Anda.
  2. Buat lubang pupuk di sekitar tajuk tanaman dengan kedalaman 10-15 cm, lalu taburkan pupuk secara merata.
  3. Tutup lubang dengan tanah, lalu siram dengan air secukupnya agar pupuk cepat larut.
  4. Catat jadwal pemupukan dan amati respons tanaman untuk penyesuaian dosis di masa mendatang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa kali pemupukan Mahkota Dewa dalam setahun?

Untuk tanaman dewasa, pemupukan dilakukan setiap 2-3 bulan, sehingga sekitar 4-6 kali setahun.

Apa tanda kekurangan nitrogen pada Mahkota Dewa?

Daun menguning mulai dari daun tua, pertumbuhan lambat, dan ukuran daun kecil.

Bolehkah menggunakan pupuk kandang segar?

Tidak disarankan. Pupuk kandang harus matang (fermentasi minimal 3 bulan) untuk menghindari bibit penyakit dan kerusakan akar.

Kapan waktu terbaik memupuk Mahkota Dewa?

Pagi atau sore hari saat cuaca cerah, dan tanah dalam kondisi lembab tetapi tidak becek.

Apakah Mahkota Dewa perlu dipupuk saat musim hujan?

Tetap perlu, tetapi kurangi dosis pupuk kimia dan tingkatkan pupuk organik untuk mencegah pencucian hara.

Apa pengaruh kekurangan fosfor pada Mahkota Dewa?

Pertumbuhan akar terhambat, daun berwarna hijau gelap keunguan, dan pembungaan berkurang.

Lebih lanjut tentang Mahkota Dewa

Panduan terkait

Pemupukan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.