Panduan Merawat Mahkota Dewa Agar Subur

Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) mudah dirawat asalkan Anda memperhatikan penyiraman, pemupukan, dan pemangkasan secara tepat sepanjang tahun.

Jawaban singkat

Mahkota dewa merupakan tanaman obat yang populer di Indonesia. Tanaman ini dapat tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian 1.200 mdpl. Agar subur, tanamlah di tanah gembur yang kaya bahan organik dengan pH 5,5-7,0. Pastikan drainase baik karena mahkota dewa tidak tahan genangan. Beri jarak tanam minimal 3x3 meter agar tajuk tidak saling ternaungi.

Ringkas: Mahkota Dewa

Cahaya
Cahaya penuh hingga teduh 30%
Penyiraman
Siram 2 hari sekali saat kemarau, kurangi saat hujan
Musim
Tanam awal musim hujan (Oktober–November)
Tingkat Kesulitan
Sedang

Membutuhkan drainase baik, tidak tahan genangan

Penyiraman dilakukan 2 kali sehari pada musim kemarau (pagi dan sore) dan cukup 1 kali sehari saat musim hujan, kecuali jika hujan turun. Hindari penyiraman berlebihan yang menyebabkan akar busuk. Mulsa organik seperti jerami atau serbuk gergaji setebal 5-10 cm di sekitar batang membantu menjaga kelembaban tanah dan menekan gulma.

Pemupukan dilakukan setiap 3 bulan sekali. Gunakan pupuk kandang matang (2-3 kg per pohon) atau kompos. Pada musim hujan, tambahkan NPK 16-16-16 sebanyak 100-150 gram per pohon. Sebelum musim buah (umumnya awal musim hujan), beri pupuk dengan kandungan fosfor dan kalium lebih tinggi untuk merangsang pembungaan dan pembuahan.

Pemangkasan dilakukan pada cabang-cabang yang kering, sakit, atau tumbuh ke dalam (crossing). Pangkas juga tunas air yang tumbuh di batang utama. Lakukan pemangkasan ringan setiap 6 bulan dan pemangkasan berat setelah panen raya (biasanya setelah musim hujan). Perhatikan hama seperti ulat daun dan kutu putih; kendalikan secara manual atau dengan pestisida nabati seperti ekstrak daun mimba.

Langkah-langkah

  1. Pilih bibit mahkota dewa yang sehat, bisa dari biji atau cangkok. Bibit cangkok lebih cepat berbuah (1-2 tahun).
  2. Siapkan lubang tanam 50x50x50 cm, campur tanah galian dengan pupuk kandang 2:1. Biarkan lubang selama 1-2 minggu sebelum tanam.
  3. Tanam bibit pada awal musim hujan agar adaptasi mudah. Siram segera setelah tanam dan beri naungan sementara jika perlu.
  4. Lakukan perawatan rutin: penyiraman, pemupukan setiap 3 bulan, dan pemangkasan tiap 6 bulan. Pantau hama dan penyakit secara berkala.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama mahkota dewa mulai berbuah?

Dari biji butuh 3-4 tahun, dari cangkok atau okulasi bisa 1-2 tahun.

Mengapa daun mahkota dewa menguning?

Bisa karena kelebihan air (genangan), kekurangan unsur hara (terutama nitrogen), atau serangan hama. Periksa drainase dan beri pupuk NPK seimbang.

Bagaimana cara mengatasi buah rontok sebelum matang?

Buah rontok bisa karena kekurangan air saat pembentukan buah, serangan hama, atau angin kencang. Jaga penyiraman rutin dan lindungi dari angin dengan pagar tanaman.

Apakah mahkota dewa bisa ditanam di pot?

Bisa, pilih pot berdiameter minimal 50 cm dengan lubang drainase. Gunakan media campuran tanah, kompos, dan sekam padi (2:1:1). Siram 2 kali sehari saat kemarau.

Hama apa yang sering menyerang mahkota dewa?

Ulat daun, kutu putih, dan tungau. Kendalikan dengan semprotan air sabun atau ekstrak daun mimba. Jika parah, konsultasikan ke penyuluh untuk pestisida yang tepat.

Kapan waktu terbaik memangkas mahkota dewa?

Pemangkasan ringan bisa dilakukan kapan saja, pemangkasan berat setelah panen raya (biasanya akhir musim hujan) untuk merangsang pertumbuhan tunas baru.

Lebih lanjut tentang Mahkota Dewa

Panduan terkait

Perawatan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.