Daun Mahkota Dewa Menguning: Penyebab & Cara Mengatasi

Daun menguning pada Mahkota Dewa bisa disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari kekurangan nutrisi hingga serangan hama. Berikut diagnosis dan solusinya.

Jawaban singkat

Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) adalah tanaman obat asli Indonesia yang banyak dibudidayakan di pekarangan. Daunnya yang hijau tua dan mengkilap menjadi indikator kesehatan tanaman. Jika daun mulai menguning, itu pertanda ada masalah yang perlu segera diatasi. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari faktor lingkungan, serangan hama, hingga penyakit.

Ringkas: Mahkota Dewa

Cahaya
Cahaya penuh hingga teduh 30%
Penyiraman
Siram 2 hari sekali saat kemarau, kurangi saat hujan
Musim
Tanam awal musim hujan (Oktober–November)
Tingkat Kesulitan
Sedang

Membutuhkan drainase baik, tidak tahan genangan

Pertama, periksa kondisi penyiraman. Mahkota Dewa tidak suka genangan air. Jika tanah terlalu basah, akar bisa membusuk dan daun menguning. Ciri khasnya: daun menguning merata dari bawah ke atas, tanah lembap terus. Solusinya: kurangi frekuensi penyiraman, pastikan drainase baik, dan ganti media tanam jika perlu. Sebaliknya, kekeringan juga bisa menyebabkan daun menggulung dan menguning, biasanya dimulai dari ujung daun. Siram secara teratur 2-3 hari sekali saat musim kemarau, dan kurangi saat hujan.

Kedua, serangan hama seperti kutu putih (Planococcus spp.) atau tungau (Tetranychus spp.) sering menjadi penyebab daun kuning. Ciri kutu putih: ada lapisan lilin putih seperti kapas di permukaan daun dan batang, daun menguning dan keriput. Tungau menyebabkan daun berbintik kuning halus (stippling) dan ada jaring halus di bawah daun. Solusinya: semprot dengan insektisida nabati seperti ekstrak daun mimba atau sabun insektisida. Ulangi setiap 5-7 hari. Untuk tungau, tingkatkan kelembapan dengan menyemprot air ke daun secara rutin.

Ketiga, kekurangan unsur hara terutama nitrogen (N) dan magnesium (Mg) juga menyebabkan daun menguning. Kekurangan N: daun tua menguning merata, pertumbuhan terhambat. Kekurangan Mg: tulang daun tetap hijau, jaringan di antaranya menguning (klorosis interveinal). Solusinya: berikan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang setiap 2-3 bulan. Untuk Mg, taburkan dolomit (kalsium magnesium karbonat) di sekitar tanaman dosis sesuai label. Jangan lupa periksa juga pH tanah; Mahkota Dewa tumbuh optimal di pH 5.5-6.5.

Penyebab & Cara Mengatasi

Overwatering / Drainase Buruk

Ciri: Daun menguning merata dari bawah ke atas, tanah selalu basah, akar lembek dan berbau busuk.

Solusi: Kurangi penyiraman. Ganti media tanam dengan campuran tanah:pasir:kompos (1:1:1). Pastikan pot berlubang drainase.

Kutu Putih (Planococcus spp.)

Ciri: Ada lapisan lilin putih seperti kapas di batang dan daun, daun menguning dan keriput, pertumbuhan terhambat.

Solusi: Semprot dengan larutan deterjen lembut (1 sendok teh per liter air) atau ekstrak daun mimba. Ulangi setiap 5-7 hari.

Tungau (Tetranychus spp.)

Ciri: Daun berbintik kuning halus (stippling), ada jaring halus di bawah daun, daun akhirnya kering dan rontok.

Solusi: Semprot air bertekanan ke bagian bawah daun untuk mengusir tungau. Tingkatkan kelembapan dengan menyemprot air rutin.

Kekurangan Nitrogen (N)

Ciri: Daun tua menguning merata, pertumbuhan lambat, daun baru pucat.

Solusi: Berikan pupuk kandang atau kompos sebanyak 1-2 kg per tanaman setiap 2 bulan. Atau siram dengan air cucian beras.

Kekurangan Magnesium (Mg)

Ciri: Tulang daun tetap hijau, jaringan di antaranya menguning (klorosis interveinal), terutama pada daun tua.

Solusi: Taburkan dolomit atau kieserit di sekitar tanaman sesuai dosis pada label. Atau semprot dengan larutan garam epsom (1 sdm per 4 liter air) setiap 2 minggu.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah daun Mahkota Dewa yang menguning bisa kembali hijau?

Ya, jika penyebabnya diperbaiki seperti penyiraman atau pemupukan, daun baru akan tumbuh hijau. Daun yang sudah kuning parah tidak akan kembali hijau, tetapi tanaman bisa pulih.

Berapa kali seminggu sebaiknya menyiram Mahkota Dewa?

Pada musim kemarau, siram 2-3 kali seminggu. Pada musim hujan, kurangi menjadi 1 kali atau jika tanah masih lembap, jangan disiram. Pastikan tanah tidak becek.

Apa pupuk terbaik untuk Mahkota Dewa agar daun tidak kuning?

Gunakan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang yang kaya nitrogen. Berikan setiap 2-3 bulan. Jika perlu tambahan magnesium, taburkan dolomit.

Apakah Mahkota Dewa tahan terhadap hama?

Relatif tahan, tetapi bisa terserang kutu putih dan tungau terutama saat musim kemarau. Lakukan pencegahan dengan menjaga kebersihan dan sirkulasi udara.

Bagaimana cara membedakan daun kuning karena overwatering vs kekurangan nitrogen?

Overwatering: tanah basah, akar busuk, daun kuning merata dari bawah. Kekurangan N: tanah kering, daun tua kuning merata, pertumbuhan lambat.

Lebih lanjut tentang Mahkota Dewa

Panduan terkait

Daun Menguning, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.