Persiapan lahan dimulai dengan membersihkan gulma dan mencangkul tanah sedalam 20–30 cm. Campurkan pupuk kandang matang sebanyak 10–15 ton per hektar atau 1–2 kg per meter persegi untuk lahan sempit. Buat bedengan selebar 1–1,2 m dan tinggi 20–30 cm dengan saluran drainase. Untuk pot, gunakan media campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam (2:1:1). Pilih bibit stek dari batang yang sudah berkayu sepanjang 15–20 cm dengan 3–4 ruas. Rendam stek dalam larutan bawang merah atau air kelapa selama 15 menit untuk merangsang akar.
Penanaman dilakukan pada awal musim hujan atau saat tanah lembab. Tanam stek sedalam 5–10 cm dengan jarak tanam 60×60 cm atau 50×75 cm. Siram setiap hari pada minggu pertama, lalu kurangi menjadi 2–3 kali seminggu tergantung cuaca. Beri pupuk NPK 16-16-16 sebanyak 5–10 gram per tanaman setiap 2–3 minggu. Lakukan penyiangan gulma setiap 2 minggu dan pembumbunan (menimbun pangkal batang) setiap bulan. Pemangkasan cabang tidak produktif dilakukan saat tanaman berumur 2–3 bulan untuk merangsang pertumbuhan daun.
Panen daun kumis kucing bisa dimulai saat tanaman berumur 3–4 bulan setelah tanam. Petik daun yang sudah tua (posisi ke-3 dari pucuk) dengan tangan. Panen dilakukan pagi hari saat kadar air tinggi. Daun segar bisa langsung digunakan atau dikeringkan dengan cara diangin-anginkan di tempat teduh selama 3–5 hari. Hasil panen daun kering mencapai 1–2 ton per hektar per tahun. Tanaman kumis kucing dapat terus dipanen hingga 2–3 tahun dengan peremajaan stek baru setiap 6–8 bulan.