Panduan Pemupukan Pasak Bumi (Eurycoma longifolia) yang Tepat

Pasak Bumi membutuhkan pemupukan organik yang tepat untuk pertumbuhan akar yang optimal, terutama pada fase awal hingga panen akar di tahun ke-3 atau ke-4.

Jawaban singkat

Pasak Bumi (Eurycoma longifolia) adalah tanaman rempah asli Indonesia yang dikenal karena khasiat akarnya. Tanaman ini membutuhkan nutrisi yang cukup untuk menghasilkan akar berkualitas. Pemupukan yang tepat harus disesuaikan dengan fase pertumbuhan: pembibitan (0-3 bulan), vegetatif (3-12 bulan), dan produksi akar (12 bulan hingga panen). Pupuk organik lebih dianjurkan karena meningkatkan aktivitas mikroba tanah dan kualitas akar.

Ringkas: Pasak Bumi

Cahaya
Naungan parsial (50-70% sinar matahari langsung)
Penyiraman
Siram 2 kali sehari saat kemarau, 1 kali saat hujan
Musim
Tanam awal musim hujan (Oktober-November)
Tingkat Kesulitan
Sedang

Tanaman tumbuh lambat, butuh kesabaran. Panen akar minimal 4 tahun.

Pada fase pembibitan (0-3 bulan), gunakan pupuk kandang matang (kotoran sapi atau ayam) sebanyak 1-2 kg per lubang tanam, dicampur dengan tanah. Setelah bibit berumur 3 bulan, berikan pupuk NPK organik (15-15-15) sebanyak 5-10 gram per tanaman setiap 2 bulan sekali. Pada musim hujan, kurangi dosis pupuk kimia karena risiko pencucian hara; tambahkan kompos 2-3 kg per tanaman setiap 4 bulan.

Memasuki fase vegetatif (3-12 bulan), pasak bumi membutuhkan lebih banyak nitrogen untuk pertumbuhan daun. Aplikasikan pupuk kandang 3-5 kg per tanaman setiap 6 bulan, ditambah pupuk organik cair dari fermentasi daun lamtoro atau urine sapi setiap 2 minggu sekali. Pada musim kemarau, tingkatkan frekuensi penyiraman setelah pemupukan agar nutrisi terserap optimal. Hindari pemupukan berlebihan karena dapat menyebabkan pertumbuhan daun berlebihan dan menghambat pembentukan akar.

Pada fase produksi akar (tahun ke-2 hingga panen), fokus pada pupuk kaya kalium dan fosfor untuk merangsang pertumbuhan akar. Berikan pupuk kandang 5-7 kg per tanaman setiap tahun, ditambah tepung tulang atau abu sekam 100-200 gram per tanaman setiap 6 bulan. Pemupukan terakhir dilakukan 1 bulan sebelum panen. Panen akar biasanya dilakukan pada tahun ke-3 atau ke-4, saat kadar senyawa aktif (eurycomanone) optimal.

Langkah-langkah

  1. Campurkan 1-2 kg pupuk kandang matang dengan tanah pada lubang tanam saat pembibitan (0-3 bulan).
  2. Berikan NPK organik 5-10 gram per tanaman setiap 2 bulan pada fase vegetatif (3-12 bulan).
  3. Aplikasikan pupuk kandang 3-5 kg per tanaman setiap 6 bulan, ditambah pupuk organik cair setiap 2 minggu pada fase vegetatif.
  4. Pada fase produksi akar (tahun ke-2 hingga panen), berikan pupuk kandang 5-7 kg per tanaman per tahun dan tepung tulang 100-200 gram setiap 6 bulan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa kali pemupukan pasak bumi dalam setahun?

Pemupukan dilakukan setiap 2 bulan pada fase vegetatif dan setiap 6 bulan pada fase produksi akar. Total sekitar 4-6 kali setahun, tergantung fase.

Apakah pasak bumi perlu dipupuk saat musim hujan?

Perlu, namun kurangi dosis pupuk kimia karena risiko pencucian. Tambahkan kompos untuk memperbaiki struktur tanah.

Pupuk apa yang terbaik untuk pasak bumi?

Pupuk organik seperti pupuk kandang, kompos, dan NPK organik. Hindari pupuk kimia berlebihan karena dapat merusak kualitas akar.

Kapan waktu terbaik memulai pemupukan?

Mulai pemupukan saat bibit berumur 3 bulan, setelah akar cukup kuat. Sebelumnya, cukup pupuk dasar di lubang tanam.

Apakah pasak bumi bisa ditanam di pot?

Bisa, namun butuh pot besar (minimal diameter 40 cm) dan pemupukan lebih sering karena ruang terbatas. Gunakan campuran tanah, kompos, dan pupuk kandang.

Mengapa daun pasak bumi menguning setelah pemupukan?

Kemungkinan kelebihan nitrogen atau pupuk kimia. Kurangi dosis dan siram dengan air bersih. Jika terus menguning, konsultasikan ke penyuluh.

Lebih lanjut tentang Pasak Bumi

Panduan terkait

Pemupukan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.