Cara Menanam Pasak Bumi dari Awal sampai Panen

Panduan lengkap menanam Pasak Bumi (Eurycoma longifolia) mulai dari pembibitan hingga panen, cocok untuk pekarangan atau skala kecil di Indonesia.

Jawaban singkat

Pasak Bumi atau tongkat ali adalah tanaman obat asli hutan tropis Indonesia yang dikenal sebagai afrodisiak dan penambah stamina. Tanaman ini termasuk jenis pohon kecil yang tumbuh lambat, bisa mencapai tinggi 10-15 meter di alam liar. Di kebun, Pasak Bumi bisa dipanen akarnya setelah 4-5 tahun. Kunci sukses menanamnya adalah menyediakan naungan parsial (50-70% sinar matahari) dan tanah masam dengan pH 4,5-5,5. Media tanam ideal adalah campuran tanah, pasir, dan kompos perbandingan 1:1:1. Pastikan drainase baik karena tanaman ini tidak tahan genangan.

Ringkas: Pasak Bumi

Cahaya
Naungan parsial (50-70% sinar matahari langsung)
Penyiraman
Siram 2 kali sehari saat kemarau, 1 kali saat hujan
Musim
Tanam awal musim hujan (Oktober-November)
Tingkat Kesulitan
Sedang

Tanaman tumbuh lambat, butuh kesabaran. Panen akar minimal 4 tahun.

Pembibitan bisa dari biji atau anakan liar. Biji Pasak Bumi memiliki dormansi keras; skarifikasi dengan mengamplas kulit biji atau merendam dalam air hangat (50°C) selama 12 jam bisa mematahkan dormansi. Semai biji dalam polybag di tempat teduh, siram 2 kali sehari. Kecambah muncul dalam 4-8 minggu. Bibit siap pindah tanam setelah tinggi 15-20 cm (umur 3-4 bulan). Alternatif, ambil anakan liar dari bawah pohon induk di hutan, pastikan akarnya utuh. Tanam bibit di lubang tanam 30x30x30 cm dengan jarak tanam 3x3 meter. Waktu tanam terbaik awal musim hujan (Oktober-November) agar bibit mendapat cukup air.

Perawatan meliputi penyiraman, pemupukan, dan pengendalian gulma. Siram 2 kali sehari saat musim kemarau, 1 kali sehari saat musim hujan. Pupuk organik (pupuk kandang matang) diberikan setiap 3 bulan sebanyak 2-3 kg per pohon. Tambahkan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 50 gram per pohon setiap 6 bulan. Lakukan pemangkasan cabang bawah agar batang utama lurus dan akar berkembang baik. Gulma dibersihkan rutin sebulan sekali. Hama utama adalah ulat daun dan kutu putih; kendalikan dengan insektisida nabati seperti ekstrak daun mimba atau konsultasi ke BPP setempat.

Panen akar Pasak Bumi dilakukan setelah tanaman berumur 4-5 tahun, ditandai dengan diameter batang setinggi dada minimal 5 cm. Gali tanah di sekeliling pangkal batang hingga kedalaman 30-40 cm, potong akar utama dan akar cabang. Sisakan sebagian akar agar tanaman bisa tumbuh kembali untuk panen berikutnya. Akar dicuci bersih, diiris tipis-tipis, lalu dikeringanginkan di tempat teduh. Simpan dalam wadah kedap udara. Harga jual akar kering berkisar Rp 100.000-200.000 per kg tergantung kualitas.

Langkah-langkah

  1. Siapkan lahan atau polybag dengan media tanah masam (pH 4,5-5,5) campuran tanah, pasir, kompos 1:1:1. Buat naungan paranet 50%.
  2. Skarifikasi biji dengan amplas atau rendam air hangat 50°C selama 12 jam, lalu semai dalam polybag di tempat teduh. Siram 2 kali sehari. Kecambah muncul 4-8 minggu.
  3. Pindah bibit umur 3-4 bulan (tinggi 15-20 cm) ke lubang tanam 30x30x30 cm jarak 3x3 m. Tanam awal musim hujan (Oktober-November).
  4. Siram 2 kali sehari saat kemarau, 1 kali saat hujan. Pupuk kandang 2-3 kg per pohon setiap 3 bulan, NPK 50 gram per pohon setiap 6 bulan. Bersihkan gulma bulanan.
  5. Panen akar setelah 4-5 tahun (diameter batang ≥5 cm). Gali akar utama dan cabang, sisakan sebagian. Cuci, iris tipis, keringkan di tempat teduh. Simpan kedap udara.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama Pasak Bumi bisa dipanen?

Panen akar bisa dilakukan setelah 4-5 tahun, ditandai diameter batang setinggi dada minimal 5 cm. Tanaman yang dipanen lebih cepat menghasilkan kadar senyawa aktif lebih rendah.

Apakah Pasak Bumi bisa ditanam di pot?

Bisa, asal pot berdiameter minimal 40 cm dan tinggi 50 cm. Gunakan media tanah masam. Namun pertumbuhan akan lebih lambat dan ukuran akar lebih kecil dibanding tanam di lahan.

Mengapa bibit Pasak Bumi saya tidak tumbuh?

Kemungkinan biji belum diskarifikasi atau media terlalu basa. Pastikan pH 4,5-5,5 dan biji sudah diampelas atau direndam air hangat. Juga periksa drainase; jangan sampai tergenang.

Hama apa yang sering menyerang Pasak Bumi?

Ulat daun dan kutu putih. Kendalikan dengan semprot ekstrak daun mimba atau konsultasi ke penyuluh setempat. Hindari pestisida kimia keras karena bisa merusak kualitas akar.

Bagaimana cara memperbanyak Pasak Bumi selain biji?

Bisa dari anakan liar yang tumbuh di sekitar pohon induk. Ambil anakan dengan akar utuh, tanam di polybag. Tingkat keberhasilan cukup tinggi jika dilakukan saat musim hujan.

Apakah Pasak Bumi tahan hama?

Relatif tahan, namun bibit muda rentan terhadap serangan ulat dan jamur akar jika drainase buruk. Pastikan sirkulasi udara baik dan hindari genangan.

Lebih lanjut tentang Pasak Bumi

Panduan terkait

Cara Menanam, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.