Pembibitan bisa dari biji atau anakan liar. Biji Pasak Bumi memiliki dormansi keras; skarifikasi dengan mengamplas kulit biji atau merendam dalam air hangat (50°C) selama 12 jam bisa mematahkan dormansi. Semai biji dalam polybag di tempat teduh, siram 2 kali sehari. Kecambah muncul dalam 4-8 minggu. Bibit siap pindah tanam setelah tinggi 15-20 cm (umur 3-4 bulan). Alternatif, ambil anakan liar dari bawah pohon induk di hutan, pastikan akarnya utuh. Tanam bibit di lubang tanam 30x30x30 cm dengan jarak tanam 3x3 meter. Waktu tanam terbaik awal musim hujan (Oktober-November) agar bibit mendapat cukup air.
Perawatan meliputi penyiraman, pemupukan, dan pengendalian gulma. Siram 2 kali sehari saat musim kemarau, 1 kali sehari saat musim hujan. Pupuk organik (pupuk kandang matang) diberikan setiap 3 bulan sebanyak 2-3 kg per pohon. Tambahkan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 50 gram per pohon setiap 6 bulan. Lakukan pemangkasan cabang bawah agar batang utama lurus dan akar berkembang baik. Gulma dibersihkan rutin sebulan sekali. Hama utama adalah ulat daun dan kutu putih; kendalikan dengan insektisida nabati seperti ekstrak daun mimba atau konsultasi ke BPP setempat.
Panen akar Pasak Bumi dilakukan setelah tanaman berumur 4-5 tahun, ditandai dengan diameter batang setinggi dada minimal 5 cm. Gali tanah di sekeliling pangkal batang hingga kedalaman 30-40 cm, potong akar utama dan akar cabang. Sisakan sebagian akar agar tanaman bisa tumbuh kembali untuk panen berikutnya. Akar dicuci bersih, diiris tipis-tipis, lalu dikeringanginkan di tempat teduh. Simpan dalam wadah kedap udara. Harga jual akar kering berkisar Rp 100.000-200.000 per kg tergantung kualitas.