Cara Merawat Pasak Bumi Agar Subur

Pasak Bumi (Eurycoma longifolia) adalah tanaman herbal asli Indonesia yang tumbuh subur di tanah gambut atau podsolik merah kuning, dengan perawatan yang tidak rumit asalkan kebutuhan naungan dan drainase terpenuhi.

Jawaban singkat

Pasak Bumi (Eurycoma longifolia) merupakan tanaman perdu asli hutan tropis Indonesia yang dikenal sebagai tonik alami. Tanaman ini tumbuh optimal di daerah dengan curah hujan 2000-3000 mm per tahun, suhu 25-32°C, dan kelembaban tinggi. Di Indonesia, Pasak Bumi banyak dibudidayakan di Sumatera, Kalimantan, dan Jawa. Untuk merawatnya agar subur, perhatikan media tanam yang gembur, kaya bahan organik, dan memiliki drainase baik. Tanah gambut atau podsolik merah kuning dengan pH 4,5-6,5 sangat ideal.

Ringkas: Pasak Bumi

Cahaya
Naungan parsial (50-70% sinar matahari langsung)
Penyiraman
Siram 2 kali sehari saat kemarau, 1 kali saat hujan
Musim
Tanam awal musim hujan (Oktober-November)
Tingkat Kesulitan
Sedang

Tanaman tumbuh lambat, butuh kesabaran. Panen akar minimal 4 tahun.

Penyemaian benih Pasak Bumi sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan (Oktober-Desember) agar bibit mendapatkan cukup air. Benih direndam air hangat (50°C) selama 24 jam sebelum disemai di media pasir dan kompos (1:1). Setelah 2-3 bulan, bibit siap dipindahkan ke polybag atau lahan. Jarak tanam yang dianjurkan adalah 3x3 meter untuk memberikan ruang akar yang cukup. Pada tahun pertama, berikan naungan 50-70% menggunakan paranet atau tanaman pelindung seperti pisang atau lamtoro, karena bibit Pasak Bumi tidak tahan sinar matahari langsung.

Pemupukan dilakukan setiap 3 bulan sekali menggunakan pupuk kandang matang (5-10 kg per pohon) atau kompos. Tambahkan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 50-100 gram per pohon pada awal musim hujan dan kemarau. Penyiraman dilakukan 2-3 kali sehari pada musim kemarau, terutama untuk tanaman muda. Pastikan tanah tidak tergenang karena akar Pasak Bumi rentan busuk. Mulsa dari jerami atau daun kering setebal 5-10 cm membantu menjaga kelembaban dan menekan gulma.

Pemangkasan dilakukan pada cabang-cabang yang kering atau terserang hama untuk merangsang pertumbuhan tunas baru. Hama yang sering menyerang adalah ulat daun dan kutu putih, yang dapat dikendalikan dengan insektisida nabati seperti ekstrak daun mimba atau bawang putih. Penyakit busuk akar akibat jamur Fusarium dapat dicegah dengan menjaga drainase dan memberikan Trichoderma sp. pada media tanam. Panen akar Pasak Bumi dapat dilakukan setelah 3-4 tahun dengan cara menggali seluruh akar, lalu dikeringkan di tempat teduh.

Langkah-langkah

  1. Siapkan media tanam berupa campuran tanah gambut, kompos, dan pasir (2:1:1) dengan pH 4,5-6,5.
  2. Rendam benih dalam air hangat 50°C selama 24 jam, lalu semai dalam polybag berisi media pasir dan kompos (1:1).
  3. Pindahkan bibit berumur 2-3 bulan ke lahan dengan jarak tanam 3x3 meter, beri naungan 50-70%.
  4. Pupuk setiap 3 bulan dengan 5-10 kg pupuk kandang dan 50-100 gram NPK per pohon, siram 2-3 kali sehari saat kemarau.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan waktu terbaik menanam Pasak Bumi?

Awal musim hujan (Oktober-Desember) agar bibit mendapat cukup air untuk pertumbuhan awal.

Berapa lama Pasak Bumi bisa dipanen?

Akar dapat dipanen setelah 3-4 tahun, saat kandungan senyawa aktif seperti eurycomanone optimal.

Mengapa daun Pasak Bumi menguning?

Penyebabnya bisa karena kelebihan air (drainase buruk), kekurangan nitrogen, atau serangan hama kutu putih. Perbaiki drainase dan beri pupuk NPK.

Apakah Pasak Bumi bisa ditanam di pot?

Bisa, namun gunakan pot besar (diameter minimal 50 cm) dengan media gambut dan kompos, serta beri naungan.

Hama apa yang sering menyerang Pasak Bumi?

Ulat daun dan kutu putih. Kendalikan dengan ekstrak daun mimba atau bawang putih yang disemprotkan setiap minggu.

Bagaimana cara memperbanyak Pasak Bumi?

Perbanyakan utama dengan biji. Rendam biji dalam air hangat, semai, lalu pindahkan setelah 2-3 bulan. Stek batang jarang berhasil.

Lebih lanjut tentang Pasak Bumi

Panduan terkait

Perawatan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.