Penyemaian benih Pasak Bumi sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan (Oktober-Desember) agar bibit mendapatkan cukup air. Benih direndam air hangat (50°C) selama 24 jam sebelum disemai di media pasir dan kompos (1:1). Setelah 2-3 bulan, bibit siap dipindahkan ke polybag atau lahan. Jarak tanam yang dianjurkan adalah 3x3 meter untuk memberikan ruang akar yang cukup. Pada tahun pertama, berikan naungan 50-70% menggunakan paranet atau tanaman pelindung seperti pisang atau lamtoro, karena bibit Pasak Bumi tidak tahan sinar matahari langsung.
Pemupukan dilakukan setiap 3 bulan sekali menggunakan pupuk kandang matang (5-10 kg per pohon) atau kompos. Tambahkan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 50-100 gram per pohon pada awal musim hujan dan kemarau. Penyiraman dilakukan 2-3 kali sehari pada musim kemarau, terutama untuk tanaman muda. Pastikan tanah tidak tergenang karena akar Pasak Bumi rentan busuk. Mulsa dari jerami atau daun kering setebal 5-10 cm membantu menjaga kelembaban dan menekan gulma.
Pemangkasan dilakukan pada cabang-cabang yang kering atau terserang hama untuk merangsang pertumbuhan tunas baru. Hama yang sering menyerang adalah ulat daun dan kutu putih, yang dapat dikendalikan dengan insektisida nabati seperti ekstrak daun mimba atau bawang putih. Penyakit busuk akar akibat jamur Fusarium dapat dicegah dengan menjaga drainase dan memberikan Trichoderma sp. pada media tanam. Panen akar Pasak Bumi dapat dilakukan setelah 3-4 tahun dengan cara menggali seluruh akar, lalu dikeringkan di tempat teduh.