Penyebab paling umum daun pasak bumi menguning adalah kekurangan unsur hara, terutama nitrogen (N) dan magnesium (Mg). Kekurangan nitrogen menyebabkan daun tua menguning merata, dimulai dari ujung daun. Kekurangan magnesium menyebabkan klorosis interveinal (urat daun tetap hijau, jaringan antar urat menguning). Solusinya: berikan pupuk organik kaya nitrogen seperti pupuk kandang (2-3 kg per pohon setiap 3 bulan) atau semprot daun dengan pupuk magnesium sulfat (1 sendok makan per 10 liter air) 2 minggu sekali hingga membaik.
Penyebab kedua adalah serangan hama, seperti kutu putih (Planococcus) atau tungau merah (Tetranychus). Kutu putih meninggalkan embun madu dan jelaga hitam pada daun, sedangkan tungau merah menyebabkan bintik-bintik kuning halus dan jaring laba-laba di permukaan bawah daun. Solusinya: semprotkan insektisida nabati seperti ekstrak daun mimba (1 kg daun direndam 10 liter air semalam, saring, semprotkan 1 liter per pohon) atau minyak neem (5 ml per liter air) setiap 5-7 hari selama 3 minggu. Hindari penggunaan pestisida kimia spektrum luas yang dapat membunuh musuh alami.
Penyebab ketiga adalah kondisi lingkungan, seperti drainase buruk atau kekeringan. Jika tanah tergenang, akar busuk dan daun menguning layu. Jika kekeringan, daun menguning dan menggulung. Perbaiki drainase dengan membuat bedengan setinggi 30-40 cm, dan di musim kemarau siram 2-3 kali seminggu (10-15 liter per pohon dewasa). Pastikan juga pH tanah 4.5-6.5 (tanah masam) dan berikan mulsa organik (jerami atau serbuk gergaji) setebal 5-10 cm untuk menjaga kelembaban.