Memasuki musim hujan, pemupukan organik padat seperti kompos atau kasgot (bekas maggot) perlu dikombinasikan dengan pembenah tanah untuk mencegah pencucian hara akibat curah hujan yang tinggi. Dosis pemupukan susulan pada musim hujan disesuaikan dengan intensitas penyiraman, idealnya diaplikasikan 2 minggu sekali dengan porsi lebih sedikit, yaitu sekitar 50 gram per pot. Penggunaan pupuk organik cair yang dikucurkan ke tanah seminggu sekali juga sangat membantu menjaga kesegaran aroma mentol pada daun.
Sebaliknya, pada musim kemarau, penguapan air dari media tanam berjalan sangat cepat sehingga konsentrasi larutan pupuk harus lebih encer agar akar tidak terbakar. Penyiraman larutan pupuk organik cair dengan konsentrasi 5 hingga 10 mililiter per liter air sebaiknya dilakukan pada pagi hari sebelum jam 08.00 WIB. Kombinasi ini memastikan stomata daun terbuka sempurna untuk menyerap nutrisi tanpa risiko stres kekurangan air.
Pemanenan rutin daun mint yang dilakukan setiap 2 hingga 3 minggu sekali harus diimbangi dengan pemupukan pemulihan segera setelah pemangkasan. Tambahkan 1 sendok makan pupuk hayati atau kompos halus di sekitar pangkal batang setelah pemanenan untuk memicu kemunculan tunas baru yang lebih rimbun. Dengan pola pemupukan teratur ini, tanaman mint dapat dipanen secara berkelanjutan hingga umur produktif 1 sampai 2 tahun.