Bentuk serangan yang paling umum adalah karat daun dan bercak daun Septoria yang ditandai dengan munculnya bintik oranye keemasan atau cokelat berukuran 1 hingga 3 milimeter pada permukaan bawah daun. Dalam waktu 5 sampai 7 hari setelah gejala awal muncul, daun yang terinfeksi akan berubah kuning, mengering, lalu gugur secara mendadak. Selain itu, kebasahan media tanam yang berlebihan sering memicu busuk akar, ditandai dengan perubahan warna pangkal batang menjadi hitam lembek.
Pengendalian penyakit daun mint berfokus pada tindakan saniter dan penataan lingkungan tumbuh. Lakukan pemangkasan tajuk hingga 30 sampai 50 percent dari total kerapatan batang untuk membuka sirkulasi udara di dalam rumpun. Berikan jarak antar pot minimal 30 hingga 40 sentimeter agar daun antar tanaman tidak saling bersentuhan, serta hindari metode penyiraman dari atas (overhead watering) yang membuat permukaan daun basah dalam waktu lama.
Untuk tindakan penyembuhan, penggunaan agens hayati seperti Trichoderma spp. atau Bacillus subtilis yang disemprotkan secara berkala setiap 5 hingga 7 hari sekali sangat efektif menekan pertumbuhan spora jamur. Jika serangan sudah mencapai tingkat parah di mana lebih dari setengah rumpun rusak, tindakan pangkas habis (radikal) dekat permukaan tanah dapat dilakukan untuk merangsang tumbuhnya tunas baru yang sehat dan bebas dari spora.