Persiapan bibit nilam dilakukan melalui stek batang. Pilih batang dari tanaman induk yang sehat, berumur 6-8 bulan, dengan ruas pendek dan diameter 0,5-1 cm. Potong stek sepanjang 15-20 cm, sisakan 2-3 ruas, buang daun bagian bawah. Rendam stek dalam larutan perangsang akar alami (misal air kelapa) selama 15-30 menit, lalu semai di polibag berisi media campuran tanah dan pupuk kandang (1:1). Siram setiap hari dan letakkan di tempat teduh. Setelah 3-4 minggu, stek siap pindah tanam ke lahan dengan jarak tanam 60 x 60 cm atau 50 x 70 cm. Waktu tanam terbaik pagi atau sore hari.
Perawatan rutin meliputi penyiraman 2-3 hari sekali pada musim kemarau, dan pengurangan penyiraman saat hujan. Pemupukan dilakukan setiap 2-3 bulan sekali dengan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang (5-10 ton/ha/tahun) dan pupuk NPK 15-15-15 dosis 200-300 kg/ha/tahun, diberikan dengan cara ditabur di sekitar tanaman. Penyiangan gulma dilakukan setiap 2-4 minggu sekali, terutama pada awal pertumbuhan. Pembumbunan tanah dilakukan setiap 2 bulan untuk menjaga perakaran. Hama utama seperti ulat grayak dan kutu daun dikendalikan secara mekanis atau dengan insektisida nabati (misal ekstrak daun mimba).
Panen nilam dilakukan saat tanaman berumur 6-8 bulan setelah tanam, ditandai dengan daun bagian bawah mulai menguning dan aroma minyak kuat. Pemanenan dilakukan dengan memotong batang setinggi 10-15 cm dari permukaan tanah. Hasil panen segar langsung diangkut ke tempat penyulingan dalam waktu maksimal 24 jam untuk menghindari penurunan kadar minyak. Hasil panen per hektar sekitar 10-15 ton daun basah per tahun dengan 2-3 kali panen per tahun. Setelah panen, tanaman akan tumbuh kembali dan siap panen ulang setelah 4-5 bulan. Lakukan peremajaan tanaman setiap 3-4 tahun.