Pemupukan merupakan kunci kesuburan nilam. Pupuk dasar berupa pupuk kandang atau kompos diberikan 10–15 ton per hektar saat olah tanah. Selanjutnya, pemupukan susulan dilakukan setiap 2 bulan sekali menggunakan pupuk NPK (15-15-15) sebanyak 200–300 kg per hektar per tahun. Untuk merangsang pertumbuhan daun, Anda juga bisa memberikan pupuk organik cair (POC) yang disemprotkan ke daun setiap 2 minggu sekali. Hindari pemupukan berlebihan karena dapat menyebabkan tanaman rentan terhadap penyakit layu bakteri.
Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara terpadu. Hama utama nilam adalah ulat grayak (Spodoptera litura) dan kutu daun (Aphis gossypii). Untuk mengatasinya, Anda bisa memanfaatkan musuh alami seperti predator atau menggunakan pestisida nabati seperti ekstrak daun mimba dan serai wangi. Penyakit yang sering menyerang adalah layu bakteri (Ralstonia solanacearum) dan bercak daun (Cercospora spp.). Lakukan rotasi tanaman dengan kacang-kacangan atau jagung untuk memutus siklus patogen. Jika ditemukan tanaman sakit, segera cabut dan bakar untuk mencegah penularan.
Pemanenan nilam dilakukan saat tanaman berumur 4–6 bulan dengan cara memangkas batang dan daun setinggi 10–15 cm dari permukaan tanah. Setelah panen, lakukan pemangkasan pemeliharaan (pruning) untuk merangsang pertumbuhan tunas baru. Tanaman nilam dapat dipanen hingga 3–4 kali dalam setahun dengan perawatan yang baik. Pastikan lahan bebas dari gulma dan drainase baik untuk menghindari genangan yang memicu penyakit akar.