Pemupukan yang tidak seimbang menjadi pemicu utama berikutnya yang sering diabaikan. Pohon pinang membutuhkan pasokan hara Kalium dan Fosfor yang memadai untuk memicu pembentukan mayang dan pengisian buah; pemberian pupuk Nitrogen tinggi secara berlebihan tanpa diimbangi Kalium justru membuat tanaman hanya lebat di daun tanpa menghasilkan tandan buah. Pemupukan rutin 2 kali dalam setahun pada awal dan akhir musim hujan sangat disarankan untuk menjaga keseimbangan nutrisi.
Serangan hama pembakar mayang dan tungau merah juga dapat menggagalkan panen. Hama-hama ini mengisap cairan pada bunga pinang yang baru mekar di awal musim kemarau, menyebabkan bunga betina menghitam, mengering, dan rontok massal hingga tidak tersisa satu pun calon buah pada tandan. Kebersihan piringan pohon dan sanitasi pelepah tua menjadi kunci utama dalam memutus rantai serangan hama ini.
Faktor asal-usul bibit juga menentukan potensi pembuahan tanaman pinang di perkebunan. Bibit pinang yang berasal dari pohon induk acak atau bukan varietas unggul sering kali memiliki masa vegetatif yang jauh lebih panjang hingga 8 sampai 10 tahun, atau bahkan memiliki sifat infertil. Penggunaan varietas teruji seperti Pinang Batara sejak awal tanam sangat menentukan produktivitas perkebunan Anda.