Penyakit bercak daun yang disebabkan oleh jamur Curvularia sp. atau Helminthosporium sp. kerap menyerang bibit di persemaian hingga tanaman dewasa di lapangan. Gejalanya berupa titik cokelat bertepi kekuningan yang meluas pada permukaan daun hingga mengering. Untuk mengendalikan penyakit ini, jarak tanam ideal 3 meter x 3 meter harus dijaga agar sirkulasi udara lancar, serta gulma di sekitar piringan radius 1,5 meter dari batang dibersihkan tiap 3 minggu sekali.
Serangan busuk pucuk atau busuk umbut akibat patogen Phytophthora palmivora menjadi ancaman paling mematikan saat curah hujan bulanan melebihi 250 mm. Gejala diawali dengan menguningnya daun janur teratas, diikuti bau busuk yang menyengat dari bagian umbut hingga pucuk mudah dicabut. Tindakan preventif utama adalah pembuatan parit drainase cacing selebar 40 cm dan kedalaman 60 cm untuk mencegah air menggenang di area perakaran.
Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) secara hayati sangat disarankan dengan mengaplikasikan agen hayati Trichoderma sp. sebanyak 100 hingga 200 gram per lubang tanam atau di sekeliling piringan pohon. Jika tingkat serangan di lapangan telah melebihi ambang batas ekonomi di atas 10% populasi, penggunaan fungisida terdaftar dapat dilakukan sesuai petunjuk label resmi dengan bimbingan petugas penyuluh setempat.