Memasuki fase Menghasilkan (TM) umur 4 tahun ke atas, tanaman pinang membutuhkan unsur Kalium lebih tinggi untuk pengisian buah. Dosis pupuk anorganik ditingkatkan menjadi 800-1200 gram per pohon per tahun, dibagi menjadi 2-3 kali aplikasi dalam setahun. Penambahan kompos rutin sebanyak 20 kg per pohon setiap tahun tetap diperlukan untuk menjaga struktur tanah di area perakaran.
Cara mengaplikasikan pupuk pinang harus dilakukan dalam piringan atau parit melingkar sejauh 50-100 cm dari pangkal batang, sesuai tajuk terluar. Parit dibuat sedalam 10-15 cm, kemudian pupuk ditabur merata dan segera ditutup dengan tanah untuk mencegah penguapan Nitrogen serta pencucian nutrisi oleh air hujan. Hindari menempelkan pupuk langsung pada pangkal batang tanaman.
Kondisi tanah di Indonesia yang umumnya asam memerlukan penambahan kapur pertanian atau dolomit sebanyak 500-1000 gram per pohon setiap 1-2 tahun sekali. Pemupukan paling efektif dilakukan saat tanah dalam kondisi lembap di awal atau akhir musim hujan, bukan saat puncak musim kemarau kering atau saat hujan deras mendera yang berisiko menghanyutkan pupuk.