Layu bakteri (Blood disease) ditandai dengan layu mendadak pada daun termuda, diikuti daun tua menguning dan menggulung. Jika batang dipotong, terlihat warna coklat kemerahan pada pembuluh dan mengeluarkan lendir bakteri. Penyakit ini menyebar melalui alat potong, tanah, dan serangga. Pengendalian: gunakan bibit sehat bersertifikat, sterilisasi alat potong dengan larutan klorin 1% atau alkohol 70%, dan eradikasi tanaman sakit dengan mencabut dan membakar. Hindari menanam di lahan bekas terserang minimal 1 tahun.
Bercak daun Sigatoka (Mycosphaerella musicola atau M. fijiensis) menunjukkan bercak kecil coklat pada daun yang melebar menjadi oval dengan tepi kuning. Pada serangan berat, daun mengering dan produksi serat menurun. Penyakit ini berkembang pada kelembaban tinggi dan curah hujan >1500 mm/tahun. Pengendalian: atur jarak tanam (2x2 m) untuk sirkulasi udara, pangkas daun tua bergejala, dan aplikasi fungisida berbahan aktif mankozeb atau propikonazol sesuai label. Konsultasikan dengan BPP setempat untuk dosis dan interval.
Penyakit darah (Blood disease) disebabkan bakteri Ralstonia syzygii subsp. celebesensis, mirip layu bakteri tetapi lebih cepat mematikan. Daun menguning dari tepi, tangkai buah membusuk, dan potongan batang berwarna coklat kehitaman. Penularan melalui tanah, air, dan alat pertanian. Tidak ada obat kimia yang efektif; fokus pada pencegahan: gunakan bibit bebas penyakit, rotasi tanaman dengan palawaja (jagung, kacang tanah) minimal 2 tahun, dan karantina lahan. Laporkan ke penyuluh jika ditemukan gejala mencurigakan.