Penggulung daun (Erionota thrax) menyerang daun muda dengan cara ulatnya menggulung daun dan memakan jaringan daun dari dalam gulungan. Ciri serangan: daun menggulung, terdapat anyaman sutra, dan daun tampak keriput. Serangan berat menyebabkan daun rusak parah sehingga fotosintesis terganggu. Pengendalian dapat dilakukan dengan memotong dan memusnahkan gulungan daun yang berisi ulat, serta menjaga kebersihan kebun dari gulma dan sisa tanaman. Musuh alami seperti parasitoid telur dan predator juga perlu dilestarikan.
Kumbang penggerek batang (Odoiporus longicollis) menyerang batang semu (pseudostem) dan bonggol. Gejala awal: lubang gerekan pada batang, keluarnya getah, dan daun menguning layu. Serangan parah menyebabkan batang roboh dan tanaman mati. Pengendalian kultur teknis meliputi: penggunaan bibit sehat, rotasi tanaman, sanitasi kebun dengan membuang dan membakar sisa tanaman terserang, serta perangkap feromon untuk memonitor populasi kumbang. Penyiraman dan pemupukan berimbang juga memperkuat ketahanan tanaman.
Untuk pengendalian kimia, jika diperlukan, gunakan insektisida yang terdaftar dan direkomendasikan oleh Dinas Perkebunan setempat. Baca label dengan saksama, ikuti dosis dan cara aplikasi yang benar, serta perhatikan masa pra-panen. Konsultasikan dengan penyuluh pertanian atau Balai Perlindungan Tanaman (BPP) setempat untuk mendapatkan rekomendasi spesifik sesuai kondisi lapangan. Hindari penggunaan pestisida spektrum luas yang dapat membunuh musuh alami.