Batang abaka siap panen ketika sudah berumur 18-24 bulan setelah tanam, ditandai dengan daun-daun yang mulai menguning dan batang terlihat penuh. Biasanya, petani memanen pada musim kemarau (April-September) untuk memudahkan pengeringan serat. Satu batang abaka dapat menghasilkan 1-2 kg serat kering, tergantung varietas dan kesuburan tanah. Panen dilakukan dengan memotong batang tepat di atas permukaan tanah menggunakan parang atau sabit yang tajam.
Setelah dipotong, batang abaka segera dibersihkan dari daun dan pelepah, kemudian dipotong-potong sepanjang 1-1,5 meter. Proses ekstraksi serat dilakukan secara manual atau menggunakan mesin tipe spiral. Serat yang sudah diekstrak kemudian dicuci dan dijemur selama 3-5 hari hingga kering sempurna. Serat kering dapat disimpan dalam karung di tempat yang kering dan teduh.
Hasil panen abaka yang baik memiliki serat berwarna putih krem, bersih, dan tidak mudah patah. Serat abaka digunakan untuk bahan tali kapal, kertas khusus, dan kerajinan. Petani disarankan untuk merotasi area panen agar tanaman dapat tumbuh kembali (ratoon) untuk panen berikutnya. Dengan perawatan yang baik, satu rumpun abaka dapat dipanen hingga 3-5 kali dalam 8-10 tahun.