Cara panen yang benar dimulai dengan memotong daun bagian bawah yang sudah matang menggunakan pisau atau golok tajam. Potong daun sedekat mungkin dengan batang, sisakan pangkal 2-3 cm untuk menghindari luka pada batang. Hanya ambil 10-15 daun per tanaman setiap kali panen, jangan ambil lebih dari 60% daun hijau agar tanaman tetap tumbuh. Setelah dipotong, kumpulkan daun dan segera kirim ke tempat pengolahan (dekortikasi) dalam 24-48 jam untuk mencegah penurunan kualitas serat.
Hasil panen berupa daun segar kemudian diproses untuk memisahkan serat dari daging daun. Di tingkat petani, proses ini bisa dilakukan dengan mesin dekortikator sederhana atau secara manual dengan pengerokan. Serat basah kemudian dicuci, dijemur di bawah sinar matahari selama 3-5 hari hingga kering, lalu disikat dan diikat dalam berkas. Produktivitas serat kering sekitar 3-4% dari berat daun segar, artinya 100 kg daun segar menghasilkan 3-4 kg serat kering. Harga serat sisal di pasar domestik bervariasi tergantung kualitas, biasanya Rp 15.000-25.000 per kg.
Kesalahan umum saat panen adalah memotong terlalu banyak daun sekaligus, memotong daun muda, atau menunda pengolahan. Hal ini menyebabkan penurunan kualitas serat dan memperpendek umur tanaman. Untuk hasil optimal, petani disarankan melakukan panen bertahap dengan rotasi 4-6 bulan, serta menjaga kebersihan alat panen untuk mencegah penyebaran penyakit. Dengan teknik panen yang tepat, tanaman sisal dapat terus produktif hingga 10 tahun.