Kacang Hijau, Panduan Praktis Cara Menanam Kacang Hijau dari Awal Sampai Panen
Wikimedia Commons

Panduan Praktis Cara Menanam Kacang Hijau dari Awal Sampai Panen

Kacang hijau dapat dibudidayakan secara sukses di lahan kering maupun sawah tadah hujan di Indonesia dengan manajemen air dan pemilihan benih yang tepat.

Jawaban singkat

Budidaya kacang hijau di Indonesia sangat cocok dilakukan pada akhir musim hujan atau awal musim kemarau saat ketersediaan air mulai berkurang tetapi kelembapan tanah masih mencukupi untuk pertumbuhan awal. Lahan terlebih dahulu dibersihkan dari sisa gulma dan dicangkul sedalam 20 hingga 30 sentimeter agar struktur tanah menjadi gembur dan aerasi akar berjalan optimal. Buatlah salurandrainase setiap jarak 3 meter untuk mencegah genangan air karena tanaman ini sangat sensitif terhadap kelembapan berlebih yang dapat memicu pembusukan akar.

Ringkas: Kacang Hijau

Cahaya
Penuh (minimal 8 jam sehari)
Penyiraman
Sedang (tahan kering, hindari genangan)
Musim
Akhir musim hujan atau awal kemarau
Tingkat Kesulitan
Mudah

Sangat responsif terhadap pemupukan fosfor dan ketersediaan sinar matahari.

Pilihlah benih kacang hijau varietas unggul bersertifikat dengan daya kecambah di atas 80 persen untuk memastikan pertumbuhan seragam dan hasil panen yang tinggi. Tanam benih secara tugal dengan kedalaman 3 hingga 5 sentimeter, memasukkan 2 butir per lubang tanam dengan jarak tanam ideal 40 x 20 sentimeter. Kebutuhan benih rata-rata berkisar antara 20 hingga 25 kilogram per hektar, dan penyulaman harus dilakukan pada 7 hari setelah tanam untuk mengganti benih yang gagal tumbuh.

Pemeliharaan tanaman meliputi penyiangan gulma secara manual pada usia 15 dan 30 hari setelah tanam agar tidak bersaing dalam memperebutkan unsur hara dan sinar matahari. Berikan pupuk susulan berupa kompos matang atau pupuk anorganik berimbang pada saat penyiangan pertama untuk merangsang pembentukan bunga dan polong. Penyiraman dilakukan secukupnya jika tidak ada hujan, terutama pada fase kritis yaitu saat pembungaan dan pengisian polong agar tidak terjadi kerontokan bunga.

Panen kacang hijau biasanya dapat dimulai saat tanaman berumur 60 hingga 75 hari setelah tanam, ditandai dengan warna polong yang berubah menjadi hitam atau kecokelatan dan mengering. Pemanenan dilakukan secara bertahap atau sekaligus dengan cara memotong pangkal batang tanaman menggunakan sabit tajam pada pagi hari agar polong tidak pecah di pohon. Setelah dipanen, jemur polong di bawah terik matahari selama 2 hingga 3 hari sebelum dilakukan proses perontokan dan pembersihan biji.

Langkah-langkah

  1. Persiapan lahan dengan mencangkul tanah hingga gembur dan membuat saluran drainase yang baik.
  2. Penanaman benih unggul secara tugal dengan kedalaman 3 cm dan jarak tanam 40 x 20 cm.
  3. Pemeliharaan tanaman berupa penyiangan gulma secara berkala dan pemupukan berimbang.
  4. Pemanenan polong saat sudah tua dan berwarna kecokelatan, dilanjutkan penjemuran dan penyimpanan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan waktu terbaik menanam kacang hijau?

Waktu terbaik adalah menjelang akhir musim hujan agar tanaman mendapatkan sisa air hujan yang cukup.

Berapa lama umur panen kacang hijau?

Kacang hijau dapat dipanen dalam kisaran umur 60 sampai 75 hari setelah tanam tergantung varietas.

Apakah kacang hijau tahan terhadap kekeringan?

Ya, tanaman ini relatif tahan kering dibanding jenis legume lain, namun tetap membutuhkan air saat pembungaan.

Bagaimana ciri kacang hijau siap panen?

Ciri utamanya adalah polong sudah berubah warna menjadi cokelat tua atau hitam dan kering.

Berapa jarak tanam ideal untuk kacang hijau?

Jarak tanam ideal adalah 40 cm antar baris dan 20 cm dalam barisan.

Lebih lanjut tentang Kacang Hijau

Panduan terkait

Cara Menanam, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.