Pilihlah benih kacang hijau varietas unggul bersertifikat dengan daya kecambah di atas 80 persen untuk memastikan pertumbuhan seragam dan hasil panen yang tinggi. Tanam benih secara tugal dengan kedalaman 3 hingga 5 sentimeter, memasukkan 2 butir per lubang tanam dengan jarak tanam ideal 40 x 20 sentimeter. Kebutuhan benih rata-rata berkisar antara 20 hingga 25 kilogram per hektar, dan penyulaman harus dilakukan pada 7 hari setelah tanam untuk mengganti benih yang gagal tumbuh.
Pemeliharaan tanaman meliputi penyiangan gulma secara manual pada usia 15 dan 30 hari setelah tanam agar tidak bersaing dalam memperebutkan unsur hara dan sinar matahari. Berikan pupuk susulan berupa kompos matang atau pupuk anorganik berimbang pada saat penyiangan pertama untuk merangsang pembentukan bunga dan polong. Penyiraman dilakukan secukupnya jika tidak ada hujan, terutama pada fase kritis yaitu saat pembungaan dan pengisian polong agar tidak terjadi kerontokan bunga.
Panen kacang hijau biasanya dapat dimulai saat tanaman berumur 60 hingga 75 hari setelah tanam, ditandai dengan warna polong yang berubah menjadi hitam atau kecokelatan dan mengering. Pemanenan dilakukan secara bertahap atau sekaligus dengan cara memotong pangkal batang tanaman menggunakan sabit tajam pada pagi hari agar polong tidak pecah di pohon. Setelah dipanen, jemur polong di bawah terik matahari selama 2 hingga 3 hari sebelum dilakukan proses perontokan dan pembersihan biji.
.jpg%3Fwidth%3D1280&w=3840&q=75)




