Pemberian pupuk dasar wajib mengandalkan pupuk kandang matang sebanyak 5 hingga 10 ton per hektar yang dicampur merata saat pengolahan tanah dua minggu sebelum tanam. Selain itu, tambahkan pupuk sumber fosfor sekitar 100 kg per hektar untuk merangsang pertumbuhan akar awal dan pembentukan bintil akar yang efektif. Hindari penimbunan pupuk kimia bersentuhan langsung dengan benih agar tidak terjadi plasmolisis atau pembusukan bibit muda akibat kepekatan pupuk.
Pemupukan susulan diberikan pada umur 15 hingga 20 hari setelah tanam saat fase vegetative aktif, menggunakan tambahan pupuk nitrogen dosis rendah dan kalium untuk memperkuat batang tanaman. Pengaplikasian pupuk susulan ini harus dibarengi dengan penyiangan gulma agar nutrisi tidak direbut tanaman pengganggu serta dilakukan saat tanah dalam kondisi lembab setelah hujan atau penyiraman. Pemupukan susulan kedua dapat diberikan saat tanaman mulai berbunga pada umur 30 hingga 35 hari untuk mengoptimalkan pembentukan dan pengisian polong.
Pemantauan kondisi daun dan vigor tanaman secara berkala sangat penting untuk mendeteksi defisiensi hara secara dini di lapangan. Jika daun menunjukkan gejala menguning tidak wajar, segera lakukan evaluasi drainase dan pertimbangkan pemberian tambahan unsur hara mikro melalui daun sesuai anjuran setempat. Selalu patuhi petunjuk pada kemasan produk jika menggunakan pupuk buatan pabrik dan konsultasikan dengan petugas BPP di wilayah Anda untuk rekomendasi spesifik lokasi.
.jpg%3Fwidth%3D1280&w=3840&q=75)




