Pemetikan polong kacang hijau sebaiknya dilakukan secara bertahap, biasanya 2 hingga 3 kali petik dengan interval 3 sampai 5 hari, karena kemasakan polong pada satu hamparan tidak terjadi serempak. Lakukan pemetikan pada pagi hari setelah embun mengering sekitar pukul 08.00 hingga 10.00 WIB, atau pada sore hari ketika terik matahari mereda. Memetik di tengah hari yang sangat panas berisiko menyebabkan polong kering mudah pecah (shattering) di batang sehingga banyak biji tercecer dan terbuang sia-sia.
Setelah dipetik, polong kacang hijau harus segera dijemur di atas terpal bersih atau lantai jemur di bawah sinar matahari penuh selama 2 sampai 3 hari hingga kadar air biji turun mencapai 10 hingga 12 persen. Tanda polong yang sudah cukup kering adalah kulitnya mudah pecah hanya dengan remasan tangan atau dipukul perlahan menggunakan pemukul kayu beralas. Biji yang sudah terlepas kemudian ditampi untuk memisahkan kotoran, kulit polong, dan biji yang keriput atau rusak.
Penyimpanan biji kacang hijau hasil panen wajib memperhatikan kebersihan dan kekeringan wadah untuk mencegah serangan kumbang bubuk (Callosobruchus chinensis). Simpan biji kering dalam karung goni berlapis plastik atau jeriken plastik kedap udara di ruangan yang kering, berventilasi baik, dan diberi alas palet kayu agar tidak bersentuhan langsung dengan lantai semen. Pemeriksaan berkala setiap 2 minggu sangat dianjurkan untuk memastikan kondisi simpanan tetap bebas hama gudang dan jamur.
.jpg%3Fwidth%3D1280&w=3840&q=75)




