Penanaman gandum membutuhkan benih unggul sebanyak 80 hingga 100 kg per hektar dengan daya kecambah di atas 85 persen. Buat garitan atau larikan berjarak 20 hingga 25 cm dengan kedalaman tanam 3 hingga 5 cm. Waktu tanam terbaik adalah pada awal musim kemarau jika ketersediaan air irigasi mencukupi, atau pada akhir musim hujan agar fase pembungaan gandum tidak terganggu oleh curah hujan yang berlebihan.
Pemeliharaan tanaman gandum berfokus pada pengairan teratur dan pengendalian gulma. Lakukan penyiraman sebanyak 1 hingga 2 kali seminggu, terutama pada fase kritis yaitu pembentukan anakan di umur 21 hingga 30 hari setelah tanam (HST) dan fase pengisian bulir di umur 60 hingga 75 HST. Penyiangan gulma secara manual perlu dilakukan pada umur 20 HST dan 40 HST agar gandum dapat membentuk 4 hingga 6 anakan produktif per rumpun tanpa ternaungi.
Gandum siap dipanen saat memasuki umur 90 hingga 110 hari setelah tanam, ditandai dengan 80 hingga 90 persen batang dan bulir yang telah berwarna kuning keemasan serta kadar air biji di bawah 20 persen. Pemanenan dilakukan dengan memotong pangkal batang gandum, diikuti perontokan biji dan pengeringan di bawah sinar matahari selama 2 hingga 3 hari hingga kadar airnya turun menjadi 12 persen untuk penyimpanan jangka panjang.