Pemupukan susulan pertama diberikan saat gandum berumur 14 hingga 20 hari setelah tanam menggunakan pupuk nitrogen dan fosfat dengan dosis sekitar 100 kilogram per hektar. Pemupukan susulan kedua dilakukan pada saat fase pembentukan bunting atau umur 45 hari setelah tanam dengan menambahkan pupuk kalium sebanyak 50 kilogram per hektar untuk memperkuat batang dan mengisi bulir gandum secara sempurna.
Penyiangan gulma dilakukan sebanyak 2 kali selama siklus tanam, yaitu pada umur 20 hari dan 40 hari setelah tanam. Gulma yang dibiarkan akan merebut nutrisi dan air, sehingga memperlambat pertumbuhan anakan gandum. Saat melakukan penyiangan, lakukan juga pembumbunan ringan di sekitar pangkal batang untuk memperkuat perakaran dan mencegah tanaman roboh akibat angin kencang di dataran tinggi.
Memasuki fase pengisian bulir pada umur 60 hingga 75 hari setelah tanam, kebutuhan air mulai dikurangi dan penyiraman cukup dilakukan 1 kali seminggu. Hentikan total penyiraman 10 hari sebelum panen tiba, sekitar umur 90 hingga 100 hari, agar proses pematangan bulir seragam dan kadar air biji rendah saat dipanen. Pastikan sirkulasi udara di area pertanaman lancar untuk mencegah serangan jamur karat daun saat musim hujan.