Penyebab paling umum daun gandum menguning pada fase vegetatif umur 14 hingga 30 hari setelah tanam adalah defisiensi hara nitrogen dan gangguan kelembapan tanah. Ketika gandum kekurangan nitrogen, gejala menguning akan dimulai dari daun paling bawah atau daun tua, merambat dari ujung daun menyusuri tulang daun utama. Pemberian pupuk nitrogen susulan sebanyak 100 hingga 150 kilogram per hektar yang dibagi dalam dua tahapan pemupukan dapat mengembalikan kesegaran daun jika dilakukan sebelum fase pembentukan anakan maksimal.
Di sisi lain, tingginya curah hujan di iklim tropis yang melebihi 200 milimeter per bulan sering kali memicu genangan air dan serangan penyakit karat daun akibat jamur Puccinia. Kelebihan air membuat akar gandum kekurangan oksigen sehingga tidak mampu menyerap hara, yang menyebabkan seluruh bagian daun menguning pucat dan layu. Selain itu, infeksi jamur ditandai dengan munculnya serbuk halus berwarna kuning kecokelatan di permukaan daun yang cepat menyebar saat kelembapan udara di atas 85 persen.
Untuk mengatasi masalah ini secara berkelanjutan, pekebun wajib menerapkan tata kelola lahan yang presisi melalui pembuatan guludan setinggi 20 hingga 30 sentimeter dan parit drainase selebar 40 sentimeter. Sanitasi gulma secara berkala setiap 2 minggu sekali serta tindakan pemangkasan daun bergejala awal akan menekan penyebaran penyakit. Rotasi tanaman dengan famili legum setelah panen gandum juga efektif memutus siklus hidup patogen dan memperbaiki struktur tanah secara alami.