Pengolahan tanah dan persiapan media tanam harus dilakukan dengan cermat karena umbi gembili membutuhkan ruang tumbuh yang gembur. Buatlah guludan atau bedengan setinggi 30 hingga 40 cm dengan lebar 80 cm untuk menjaga aerasi serta sistem drainase tanah. Campurkan 10 hingga 15 kg pupuk kandang matang per meter persegi tanah. Tanam bibit gembili pada kedalaman 5 hingga 7 cm dengan jarak tanam 60 x 80 cm, lalu segera pasang turus bambu setinggi 1,5 hingga 2 meter sebagai tempat merambatnya sulur.
Pemeliharaan rutin meliputi penyiraman, pemupukan susulan, dan pembubunan tanah secara berkala. Siram tanaman 2 hingga 3 kali seminggu selama musim kemarau, namun pastikan air tidak menggenang agar umbi tidak membusuk. Lakukan pembubunan tanah setiap 2 bulan sekali untuk menutup umbi yang membesar dan menyembul ke permukaan. Berikan pupuk organik susulan atau kompos sebanyak 2 kg per lubang tanam pada umur 2 dan 4 bulan setelah penanaman.
Pemanenan gembili umumnya dilakukan saat tanaman berumur 6 hingga 9 bulan setelah tanam, biasanya jatuh pada bulan Mei hingga Juli. Tanda utama gembili siap dipanen adalah perubahan warna daun dan batang yang mulai menguning serta mengering secara alami. Lakukan pembongkaran guludan secara hati-hati menggunakan cangkul atau garpu tanah sejauh 20 cm dari pangkal batang agar umbi tidak terluka. Satu tanaman yang dirawat dengan baik mampu menghasilkan 1 hingga 3 kg umbi gembili segar.