Fase merambat gembili memerlukan perhatian khusus melalui pemasangan ajir atau lanjaran dari bambu setinggi 1,5 hingga 2 meter. Tanaman gembili yang dibiarkan merambat di atas permukaan tanah tanpa ajir akan rentan terserang penyakit jamur daun serta mengalami penurunan efisiensi fotosintesis. Lakukan pengikatan perlahan pada sulur muda ke arah ajir setiap 1 sampai 2 minggu sekali agar arah rambatan teratur dan tidak saling melilit antar rumpun.
Pemupukan dan penyiraman menjadi kunci utama pembentukan umbi yang padat dan berisi. Berikan pupuk kandang matang sebanyak 2 hingga 3 kg per lubang tanam sebagai pupuk dasar, lalu lanjutkan dengan pemberian pemupukan susulan organik pada umur 2 bulan dan 4 bulan setelah tanam. Pada musim kemarau, penyiraman dilakukan secara teratur 2 hingga 3 kali seminggu, namun pastikan saluran drainase di sekeliling bedengan tetap lancar agar tidak terjadi genangan air.
Pemeliharaan rutin berupa penyiangan gulma dan pembumbunan tanah perlu dilakukan setiap 3 hingga 4 minggu sekali. Pembumbunan bertujuan untuk menutup umbi gembili yang mulai membesar agar tidak terpapar sinar matahari langsung yang dapat membuat umbi berwarna hijau dan terasa pahit. Tanaman gembili umumnya siap dipanen setelah berumur 8 hingga 10 bulan, ditandai dengan perubahan warna daun yang menguning dan mengering secara alami.