Tanda utama buah jamblang yang siap dipetik adalah perubahan warna kulit buah secara merata dari hijau menjadi merah keputihan, lalu ungu tua, hingga menjadi ungu gelap kehitaman yang mengkilap. Buah yang matang optimal memiliki tekstur agak lunak saat ditekan perlahan dengan jari dan aroma khas yang harum. Jika dipetik saat warna masih kemerahan, rasa buah akan sangat sepet dan asam karena kandungan tanin masih tinggi, sedangkan buah yang terlalu matang akan mudah rontok dan cepat membusuk.
Waktu pemetikan terbaik dilakukan pada pagi hari antara pukul 06.00 hingga 09.00 WIB ketika suhu udara masih sejuk dan respirasi buah masih rendah. Hindari memanen pada siang hari saat terik matahari karena panas dapat mempercepat proses pembusukan dan fermentasi alami pada buah. Interval pemetikan sebaiknya dilakukan setiap 2 hingga 3 hari sekali selama musim panen berlangsung agar tidak ada buah yang terlalu matang dan jatuh membusuk di bawah pohon.
Teknik pemetikan harus dilakukan secara hati-hati karena kulit buah jamblang sangat tipis dan mudah memar. Penggunaan jaring jala yang dipasang di bawah tajuk pohon sangat dianjurkan untuk menampung buah yang dipetik atau diproduksi dengan galah berkantong kain. Setelah dipetik, buah tidak boleh ditumpuk terlalu tebal dalam wadah, maksimal 2 sampai 3 lapis saja, dan segera disimpan di tempat yang teduh berosilasi udara baik dengan suhu ruang 15 hingga 20 derajat Celsius.