Hama utama yang paling sering merusak buah jamblang adalah lalat buah yang menyuntikkan telur ke dalam daging buah muda, menyebabkan buah menjadi busuk, berulat, dan gugur sebelum waktunya ke tanah. Selain itu, ulat pemakan daun dan kutu kebul juga kerap menyerang bagian vegetatif seperti pucuk daun muda, menghambat proses fotosintesis dan membuat pertumbuhan tanaman menjadi kerdil serta tidak sehat. Identifikasi yang akurat terhadap jenis hama ini menjadi kunci utama dalam menentukan langkah pengendalian yang tepat sasaran dan ramah lingkungan.
Untuk mengatasi serangan lalat buah secara mekanis, petani dapat memasang perangkap feromon penarik atau membungkus dompolan buah jamblang menggunakan kantong jaring atau kertas semen sejak buah berukuran sebesar kelereng. Pembersihan kebun secara berkala dengan cara memungut dan mengubur buah yang telah jatuh dan membusuk di tanah juga sangat efektif untuk memutus siklus hidup hama tersebut agar tidak menyebar ke musim berikutnya. Sementara itu, untuk mengatasi hama penghisap daun, pemangkasan cabang yang terlalu rimbun dapat mengurangi kelembapan tajuk yang disukai oleh serangga pengganggu.
Penerapan budidaya tanaman sehat melalui pemupukan berimbang menggunakan pupuk organik matang setiap tiga bulan sekali serta penyiraman teratur akan meningkatkan ketahanan alami pohon jamblang terhadap serangan hama. Jika serangan hama telah melampaui batas ambang ekonomi dan metode non-kimiawi tidak memadai, penggunaan bahan pengendali kimia harus dilakukan dengan bijak sesuai petunjuk pada label kemasan. Selalu utamakan keselamatan kerja dengan mengenakan alat pelindung diri lengkap dan konsultasikan permasalahan spesifik Anda dengan petugas penyuluh pertanian lapangan di BPP terdekat.