Untuk mendeteksi infeksi awal bercak daun, amati bagian bawah daun tua setidaknya 1 kali seminggu, terutama pada periode transisi dari musim kemarau ke musim hujan di bulan Oktober hingga November. Bercak lingkaran cokelat berdiameter 2 hingga 5 milimeter yang meluas dapat menyebabkan daun gugur prematur dan mengganggu proses fotosintesis. Pengendalian mekanis berupa pemangkasan 10 hingga 15 persen cabang dalam yang overlap perlu dilakukan untuk membuka penetrasi sinar matahari pagi secara optimal.
Sementara itu, ancaman pada fase pembuahan jamblang yang umumnya berlangsung dari bulan Juli hingga November terjadi akibat serangan antraknosa pada buah yang siap panen. Penyakit ini memicu pembusukan lunak dalam waktu 2 sampai 3 hari setelah gejala bercak basah muncul, terutama jika curah hujan melebihi 200 milimeter per bulan. Sanitasi kebun dengan membuang seluruh buah busuk yang jatuh ke tanah radius 3 meter dari pangkal batang sangat krusial untuk memutus siklus hidup spora jamur.
Penerapan pangkas pemeliharaan secara rutin setiap 6 bulan sekali setelah selesai masa panen utama terbukti efektif menekan keterjadian penyakit hingga 60%. Selain itu, pemberian pupuk organik matang sebanyak 15 hingga 20 kilogram per pohon yang dikombinasikan dengan agens hayati Trichoderma pada awal musim hujan akan memperkuat sistem pertahanan alami akar jamblang terhadap infeksi patogen tanah.