Pada musim hujan dengan curah tinggi di atas 200 mm per bulan, genangan air di sekitar piringan pohon sering menjadi pemicu utama pembusukan akar halus. Pohon jamblang dewasa membutuhkan drainase yang baik dengan parit keliling sedalam 30 hingga 40 cm agar air mengalir lancar dan air tanah tidak merendam perakaran lebih dari 24 jam. Sebaliknya, saat musim kemarau tajam selama lebih dari 2 bulan, penyiraman rutin sebanyak 20 hingga 30 liter per pohon sebanyak 2 kali seminggu sangat diperlukan untuk menjaga kelembapan tanah pada kedalaman 15 cm.
Pemenuhan nutrisi secara teratur memegang peranan kunci dalam mencegah klorosis atau daun menguning. Berikan pupuk kompos atau pupuk kandang matang sebanyak 10 hingga 15 kg per pohon setiap 6 bulan sekali pada awal dan akhir musim hujan. Pemupukan susulan berunsur hara seimbang dapat diaplikasikan dengan membuat lubang rorak atau ditugal melingkar di bawah kanopi sejauh 1 hingga 1,5 meter dari batang utama untuk menunjang pembentukan klorofil yang optimal.
Penataan kanopi melalui pemangkasan pemeliharaan sebanyak 15 hingga 20 persen cabang yang terlalu rapat atau memotong dahan mati membantu meningkatkan intensitas cahaya matahari hingga ke bagian dalam tajuk. Pengamatan rutin seminggu sekali pada permukaan bawah daun dapat mendeteksi keberadaan hama pengisap sejak dini. Pengendalian hama dan penyakit sebaiknya mengedepankan sanitasi kebun dan pemanfaatan musuh alami sebelum mempertimbangkan aplikasi bahan pengendali berbasis kimia.