Faktor pemupukan yang kurang tepat juga memegang peranan sangat penting dalam kegagalan pembuahan sirsak. Penggunaan pupuk berunsur Nitrogen tinggi yang berlebihan akan mendorong pertumbuhan vegetatif daun secara agresif, tetapi menghambat pembentukan bakal buah. Untuk merangsang pembungaan yang sehat, tanaman sirsak dewasa berumur di atas 3 tahun memerlukan asupan unsur Fosfor dan Kalium secara teratur setiap 3 bulan sekali, khususnya menjelang pergantian musim.
Pengelolaan penyiraman pada piringan pohon sirsak saat musim kemarau tidak boleh diabaikan. Meskipun tanaman sirsak memiliki ketahanan relatif terhadap cuaca panas, kondisi stres air ekstrem pada kedalaman tanah 30 cm akan memaksa pohon menggugurkan bunga sebagai mekanisme pertahanan diri. Pemberian air sebanyak 20 hingga 30 liter per pohon dengan frekuensi 2 kali seminggu pada pagi hari terbukti efektif mempertahankan kelembaban tanah tanpa memicu pembusukan akar.
Selain air dan nutrisi, masalah kanopi pohon yang terlalu rapat sering menjadi penghambat penyinaran matahari ke bagian dalam cabang produktif. Pemangkasan bentuk dan pemangkasan pemeliharaan perlu dilakukan secara berkala setiap 6 bulan sekali untuk membuang tunas air serta cabang yang saling bersilangan. Dengan menyisakan 3 sampai 4 cabang utama yang terbuka, sirkulasi udara membaik dan keberadaan serangga penyerbuk alami seperti kumbang nitidulid dapat meningkat pesat.