Penyebab utama daun sirsak menguning saat kemarau adalah stres air. Tanaman sirsak dewasa membutuhkan pasokan air yang stabil setidaknya 20 hingga 30 liter per pohon setiap 2 sampai 3 hari sekali. Ketika tanah retak dan kelembapan drop drastis, tanaman akan mengorbankan daun-daun tuanya untuk mengurangi laju transpirasi. Penambahan mulsa organik berupa jerami kering atau rumput pangkasan setebal 10 hingga 15 sentimeter di sekeliling piringan tajuk sangat efektif menjaga kelembapan tanah dan menekan penguapan.
Selain faktor air, pemenuhan nutrisi tanah memegang peranan kunci dalam menjaga kegemburan dan warna hijau daun. Defisiensi unsur hara nitrogen (N) dan besi (Fe) sering memicu klorosis, di mana daun menguning sementara tulang daun tetap hijau atau seluruh helaian daun memucat. Untuk mengatasinya, aplikasikan pupuk kandang matang sebanyak 15 hingga 20 kilogram per pohon setiap enam bulan sekali, dikombinasikan dengan pemupukan NPK berimbang sebanyak 200 hingga 300 gram per pohon yang diberikan pada awal dan akhir musim hujan.
Faktor ketiga yang sering terabaikan adalah serangan hama penghisap cairan daun seperti kutu kebul, kutu putih, dan tungau yang memuncak pada cuaca panas dan kering. Hama-hama ini mengisap sel-sel daun sehingga muncul bercak kuning berkelanjutan yang memicu kerontokan. Lakukan pemangkasan pemeliharaan secara rutin untuk membuka sirkulasi udara di dalam tajuk tanaman, serta semprotkan pestisida nabati berbasis minyak mimba atau larutan sabun lembut secara berkala untuk menekan populasi hama sebelum meluas.