Faktor utama kegagalan pembungaan adalah ketidakseimbangan unsur hara akibat pemberian pupuk bertakar nitrogen tinggi secara berlebihan. Pada musim kemarau, tanaman membutuhkan kecukupan unsur Fosfor dan Kalium untuk merangsang pembentukan bunga. Cobalah menghentikan pemberian pupuk urea dan beralih ke pupuk yang kaya Fosfor dan Kalium sebanyak 250 gram per pohon setiap 3 bulan sekali.
Kebutuhan sinar matahari langsung juga sangat krusial, di mana tanaman sawo membutuhkan minimal 6 hingga 8 jam paparan sinar matahari penuh setiap hari. Pencahayaan yang kurang akibat tertutup kanopi pohon lain atau bangunan akan membuat tanaman hanya fokus pada pertumbuhan vegetatif daun. Pastikan Anda melakukan pemangkasan cabang yang rimbun dan saling bersilangan untuk membuka akses cahaya ke dalam tajuk tanaman.
Pengaturan air pada awal musim kemarau dapat dimanfaatkan sebagai teknik stres air ringan untuk memicu pembungaan sawo. Hentikan penyiraman selama 10 hingga 14 hari sampai daun terlihat sedikit layu, lalu lakukan penyiraman jenuh sebanyak 20 hingga 30 liter air per pohon yang dikombinasikan dengan pemupukan generatif. Teknik ini sangat efektif merangsang munculnya tunas bunga secara serempak di daerah tropis Indonesia.