Penyakit sawo yang paling umum muncul adalah bercak daun dan jamur jelaga yang saling berkaitan dengan keberadaan hama penghisap cairan daun. Pengamatan kebun secara berkala sebanyak 2 kali seminggu sangat disarankan, terutama pada bagian dalam tajuk yang jarang terkena sinar matahari langsung. Mengidentifikasi gejala awal seperti bercak kehitaman atau lapisan hitam seperti jelaga pada permukaan daun memungkinkan tindakan korektif dilakukan sebelum kerusakan meluas.
Pengendalian utama pada musim hujan berfokus pada perbaikan sirkulasi udara dan sanitasi lingkungan piringan pohon sawo. Pemangkasan cabang yang tumpang-tindih atau mati harus dilakukan setiap 3 hingga 4 bulan sekali untuk memastikan cahaya matahari dapat menembus bagian dalam pohon. Selain itu, area di bawah piringan pohon sawo seluas radius 1,5 meter harus dibersihkan dari gulma dan guguran daun membusuk yang menjadi sarang spora jamur.
Penerapan agen hayati berbasis mikrob pengendali atau aplikasi bahan pelindung tanaman pada awal musim hujan (periode November hingga Februari) dapat menekan perkembangan patogen secara signifikan. Integrasi antara teknik pemangkasan yang tepat, manajemen air tanah yang bebas tergenang, serta perawatan kebersihan kebun secara rutin terbukti dapat menyelamatkan kualitas mutu buah sawo hingga 80 persen saat puncak musim hujan tiba.