Hama utama yang paling sering merusak hasil panen sawo adalah lalat buah dan ulat pengerek buah. Serangan lalat buah ditandai dengan bintik hitam kecil pada kulit buah berdiameter 3 sampai 5 sentimeter, yang kemudian membusuk dari dalam karena larva memakan daging buah. Sementara itu, ulat pengerek buah membuat lubang dengan bekas kotoran berwarna cokelat di permukaan buah, menyebabkan buah gugur sebelum matang sempurna pada usia 3 sampai 4 bulan setelah pembungaan.
Selain hama perusak buah, kutu putih dan kutu tempurung sering menyerang permukaan bawah daun serta tangkai buah sawo. Hama penghisap cairan ini mengeluarkan embun madu yang memicu tumbuhnya jamur embun jelutung berwarna hitam pekat. Akibatnya, proses fotosintesis tanaman terganggu hingga 40 persen, menyebabkan pertumbuhan tunas baru terhambat dan kualitas kulit buah menjadi kusam serta tidak menarik saat dijual di pasar.
Pengendalian hama sawo yang efektif membutuhkan pendekatan sanitasi dan mekanis secara berkala. Lakukan pemangkasan tajuk pohon sebanyak 1 hingga 2 kali dalam setahun untuk menjaga sirkulasi udara dan masuknya sinar matahari secara menyeluruh. Kumpulkan dan kubur buah yang busuk atau jatuh ke dalam lubang tanah sedalam 30 hingga 50 sentimeter setiap 3 hari sekali agar siklus hidup hama terputus sepenuhnya.