Media tanam diisi dengan campuran tanah lapisan atas dan pupuk kandang matang berbanding 1:1, serta ditambahkan 200 gram pupuk NPK sebagai pembenah dasar. Pada fase pertumbuhan vegetatif di tahun pertama dan kedua, berikan pupuk kandang sebanyak 10-15 kg per pohon setiap 6 bulan sekali, tepatnya pada awal dan akhir musim hujan. Memasuki fase generatif pada tahun ketiga dan seterusnya, tambahkan pupuk kaya unsur fosfor dan kalium sebanyak 250-500 gram per pohon sebanyak 3 kali dalam setahun untuk merangsang pembungaan.
Pengairan dilakukan 1-2 kali sehari pada musim kemarau, terutama saat tanaman masih berumur di bawah 1 tahun, dan dikurangi jumlahnya saat musim hujan agar akar tidak membusuk. Pemangkasan bentuk dilakukan secara teratur untuk membuang tunas air, cabang yang saling bersilangan, dan bagian tanaman yang terserang penyakit agar tajuk terbuka dan sinar matahari dapat masuk merata. Kanopi yang terbuka mempercepat pematangan cabang dan merangsang pembentukan bunga sawo yang muncul di ketiak daun.
Buah sawo siap dipanen sekitar 5-6 bulan setelah bunga mekar penuh. Ciri buah sawo yang sudah matang fisiologis adalah kulitnya berwarna cokelat muda terang, jika digosok sedikit gesekan tepung cokelatnya mudah lepas, serta getah pada tangkai buah sudah berkurang drastis. Pemetikan dilakukan secara hati-hati menggunakan gunting pangkas untuk mencegah kerusakan tangkai, kemudian dikeringkan getahnya sebelum diperam selama 3-5 hari hingga bertekstur lunak dan siap dikonsumsi.