Memasuki fase pertumbuhan vegetatif aktif pada umur 1 hingga 4 bulan, fokus pemupukan dialihkan untuk memperkuat perakaran dan menumbuhkan tunas baru yang sehat. Aplikasikan pupuk cair organik atau pupuk makro berimbang dengan rasio nitrogen tinggi secara rutin setiap 14 hari sekali. Penyiraman larutan pupuk dilakukan di sekitar piringan akar dengan volume 200 hingga 300 ml per tanaman, pastikan tanah dalam kondisi lembap sebelum dipupuk.
Saat tanaman memasuki fase pembungaan dan pembentukan buah pada bulan ke-5 dan seterusnya, ubah formula nutrisi dengan menaikkan unsur kalium dan kalsium. Dosis pemupukan susulan berunsur kalium tinggi diberikan setiap 10 hingga 14 hari sekali untuk mencegah kerontokan bunga, meningkatkan bobot buah, serta menguatkan rasa manis pada bulir raspberi.
Penyesuaian strategi pemupukan berdasarkan dinamika musim di Indonesia sangat menentukan keberhasilan panen. Pada musim hujan, kurangi pemupukan kocor melalui tanah agar hara tidak terbuang akibat pencucian air hujan, lalu alihkan ke pemupukan daun pada pagi hari yang cerah. Sebaliknya saat musim kemarau, pemupukan kocor wajib diimbangi dengan penyiraman rutin 1 sampai 2 kali sehari agar konsentrasi garam pupuk tidak merusak akar dangkal raspberi.