Memasuki musim hujan dari bulan Oktober hingga Maret, ancaman hama bergeser ke ulat pemakan daun dan lalat buah yang menyukai kelembapan tinggi. Lakukan pemeriksaan pada 10 hingga 15 sampel tanaman setiap 3 hari sekali untuk memantau keberadaan ulat grayak pada bagian bawah daun. Jika ditemukan lebih dari 2 ekor ulat per tanaman, tindakan pemungutan manual atau aplikasi agens hayati harus segera dilakukan sebelum tingkat kerusakan daun melampaui 15 persen.
Saat fase pembuahan yang biasanya terjadi 60 hingga 70 hari setelah pemangkasan, serangan lalat buah dapat merusak hingga 40 persen hasil panen raspberi jika tidak dikendalikan. Pemasangan perangkap kuning berkatul atau perangkap atraktan sebanyak 5 hingga 10 buah per area 100 meter persegi sangat efektif menekan populasi lalat jantan. Pengaplikasian pestisida nabati berbasis minyak mimba atau ekstrak gadung dapat dilakukan setiap 5 hingga 7 hari sekali pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB.
Pengendalian jangka panjang bertumpu pada manajemen kebun yang bersih, pemangkasan batang tua setiap 2 bulan sekali, serta pengaturan jarak tanam ideal 50 hingga 70 cm antar tanaman. Pemberian pupuk organik sebanyak 2 hingga 3 kilogram per lubang tanam saat awal musim tanam akan memperkuat ketahanan jaringan tanaman terhadap serangan hama. Selalu padukan metode mekanis, hayati, dan budidaya yang tepat agar tanaman raspberi tetap produktif sepanjang tahun.