Kebutuhan air raspberi cukup tinggi namun sangat rentan terhadap genangan yang memicu busuk akar. Pada musim kemarau, lakukan penyiraman sebanyak 1 hingga 2 liter per pot setiap pagi hari sekitar pukul 07.00. Memasuki musim hujan, kurangi frekuensi penyiraman menjadi 2 hingga 3 hari sekali dan pastikan pot atau bedengan memiliki lubang drainase yang berfungsi sempurna agar air hujan tidak mengendap di area perakaran.
Pemupukan berkala menjadi kunci utama agar raspberi rajin memunculkan tunas baru dan bunga. Berikan pupuk kandang atau kompos matang sebanyak 2 kilogram per tanaman setiap 3 bulan sekali. Pada fase vegetatif awal, tambahkan pupuk organik cair yang kaya nitrogen setiap 2 minggu sekali, lalu alihkan ke pupuk tinggi kalium dan fosfor saat tanaman memasuki fase pembungaan untuk memperkuat tangkai buah serta meningkatkan rasa manis.
Perawatan fisik berupa pemangkasan dan pemanduan cabang wajib dilakukan secara berkala setiap 3 hingga 4 bulan. Tangkai yang sudah selesai berbuah harus dipotong rata dengan tanah untuk merangsang tumbuhnya tunas primokain baru yang segar. Pasang ajir atau turus bambu setinggi 1,5 meter untuk menyangga batang raspberi yang tumbuh merambat agar tidak roboh dan terpapar penyakit tanah.