Memasuki fase pertumbuhan aktif, pemupukan persik difokuskan pada pemenuhan unsur hara makro seimbang melalui pemberian NPK 16-16-16 sebanyak 250 hingga 500 gram per pohon. Aplikasi pupuk makro ini dibagi menjadi 3 hingga 4 kali pemberian dalam setahun, yaitu pada awal musim hujan, pertengahan musim hujan, dan menjelang akhir musim hujan. Metode penaburan dilakukan pada parit melingkar tepat di bawah proyeksi tajuk luar tanaman untuk memaksimalkan penyerapan oleh akar serabut.
Saat tanaman masuk ke fase generatif atau persiapan pembungaan, kurangi porsi nitrogen dan tingkatkan porsi kalium serta fosfat untuk merangsang pembentukan bunga dan menguatkan buah. Pemberian pupuk persik kaya kalium sebanyak 200 hingga 300 gram per pohon diberikan saat bakal bunga mulai muncul. Kalium yang cukup akan meningkatkan kadar gula dan bobot buah persik, serta mencegah kerontokan buah muda saat curah hujan tinggi.
Selain hara makro, tanaman persik rentan terhadap defisiensi unsur mikronutrien seperti seng, boron, dan besi yang dapat disemprotkan melalui daun sebanyak 2 kali setahun. Pastikan pula tingkat keasaman tanah berada pada pH ideal 6,0 hingga 6,5 dengan mengaplikasikan kapur dolomit sebanyak 1 hingga 2 kilogram per pohon jika tanah terlalu asam. Pengapuran ini sebaiknya dilakukan 1 bulan sebelum jadwal pemberian pupuk utama agar penyerapan hara berjalan sempurna.