Panduan Pemupukan Persik yang Tepat untuk Hasil Buah Optimal

Pemupukan persik yang tepat dengan kombinasi bahan organik dan hara makro berimbang sangat menentukan keberhasilan pembentukan buah manis di dataran tinggi Indonesia.

Jawaban singkat

Tanaman persik (Prunus persica) yang dibudidayakan di dataran tinggi Indonesia membutuhkan asupan hara yang teratur untuk mendukung pertumbuhan vegetatif dan pembuahan yang lebat. Pada tahap awal pemeliharaan, pohon persik memerlukan pupuk organik dasar berupa kompos atau pupuk kandang matang sebanyak 10 hingga 15 kilogram per pohon setiap tahunnya. Pemberian bahan organik ini paling efektif dilakukan pada awal musim hujan untuk memperbaiki struktur tanah dataran tinggi yang cenderung asam.

Ringkas: Persik

Cahaya
Sinar matahari penuh minimal 8 jam sehari
Penyiraman
Penyiraman 10-15 liter setiap 3 hari saat kemarau
Musim
Awal musim hujan untuk penanaman bibit
Tingkat Kesulitan
Sulit

Membutuhkan lokasi dataran tinggi dengan iklim sejuk agar dapat berbunga.

Memasuki fase pertumbuhan aktif, pemupukan persik difokuskan pada pemenuhan unsur hara makro seimbang melalui pemberian NPK 16-16-16 sebanyak 250 hingga 500 gram per pohon. Aplikasi pupuk makro ini dibagi menjadi 3 hingga 4 kali pemberian dalam setahun, yaitu pada awal musim hujan, pertengahan musim hujan, dan menjelang akhir musim hujan. Metode penaburan dilakukan pada parit melingkar tepat di bawah proyeksi tajuk luar tanaman untuk memaksimalkan penyerapan oleh akar serabut.

Saat tanaman masuk ke fase generatif atau persiapan pembungaan, kurangi porsi nitrogen dan tingkatkan porsi kalium serta fosfat untuk merangsang pembentukan bunga dan menguatkan buah. Pemberian pupuk persik kaya kalium sebanyak 200 hingga 300 gram per pohon diberikan saat bakal bunga mulai muncul. Kalium yang cukup akan meningkatkan kadar gula dan bobot buah persik, serta mencegah kerontokan buah muda saat curah hujan tinggi.

Selain hara makro, tanaman persik rentan terhadap defisiensi unsur mikronutrien seperti seng, boron, dan besi yang dapat disemprotkan melalui daun sebanyak 2 kali setahun. Pastikan pula tingkat keasaman tanah berada pada pH ideal 6,0 hingga 6,5 dengan mengaplikasikan kapur dolomit sebanyak 1 hingga 2 kilogram per pohon jika tanah terlalu asam. Pengapuran ini sebaiknya dilakukan 1 bulan sebelum jadwal pemberian pupuk utama agar penyerapan hara berjalan sempurna.

Langkah-langkah

  1. Uji keasaman tanah di sekitar area perakaran tanaman persik dan taburkan kapur dolomit jika pH di bawah 6,0.
  2. Gali parit melingkar sedalam 10 sampai 15 sentimeter tepat di bawah lingkaran tajuk terluar pohon persik.
  3. Masukkan pupuk kandang matang atau kompos beserta pupuk persik anorganik secara merata ke dalam parit tersebut.
  4. Tutup kembali parit dengan tanah galian lalu lakukan penyiraman secukupnya untuk mempercepat pelarutan pupuk.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan waktu terbaik untuk mengaplikasikan pupuk persik?

Waktu terbaik adalah pada awal musim hujan saat pertumbuhan vegetatif dimulai dan saat pembentukan bakal buah.

Berapa banyak pupuk organik yang dibutuhkan satu pohon persik dewasa?

Pohon persik dewasa membutuhkan sekitar 10 hingga 15 kilogram pupuk kandang atau kompos matang per tahun.

Mengapa buah persik rasanya hambar meskipun sudah berbuah lebat?

Kekurangan unsur kalium pada fase pematangan buah sering menjadi penyebab utama rasa buah kurang manis.

Apakah boleh memberikan pupuk persik langsung di dekat pangkal batang?

Tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan kebusukan pangkal batang dan penyerapan hara oleh akar serabut menjadi tidak maksimal.

Bagaimana cara mengetahui jika tanah tanaman persik terlalu asam?

Lakukan pengujian pH tanah, jika nilainya di bawah 6,0 maka tanah tergolong asam dan memerlukan penambahan kapur dolomit.

Lebih lanjut tentang Persik

Panduan terkait

Pemupukan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.