Hama kutu daun (Aphis sp.) dan lalat buah (Bactrocera sp.) merupakan dua musuh utama yang sering menyerang tunas muda serta buah persik yang mulai menguning pada umur 80 hingga 100 hari setelah pembungaan. Kelembapan udara di atas 80 persen saat musim hujan mempercepat perkembangbiakan hama serangga lunak di sekitar daun, sedangkan musim kemarau memicu peningkatan populasi tungau merah.
Pengendalian hama persik secara terpadu mengandalkan tindakan mekanis seperti pembungkusan buah menggunakan kertas semen atau plastik berlubang sejak buah berdiameter 2 sentimeter, serta pemasangan perangkap kuning berperekat sebanyak 20 hingga 25 titik per hektar. Pemangkasan pemeliharaan cabang semak yang rimbun juga wajib dilakukan 2 kali seminggu untuk menjaga sirkulasi udara di dalam kanopi.
Jika populasi hama sudah melampaui ambang ekonomi, penggunaan agens hayati seperti jamur entomopatogen atau ekstrak daun mimba dengan konsentrasi 20 hingga 30 gram per liter air dapat disemprotkan secara berkala pada sore hari pukul 15.00 hingga 17.00. Evaluasi tingkat kerusakan tanaman harus dicatat tiap akhir pekan untuk menentukan tindakan lanjutan bersama kelompok tani setempat.