Pada musim hujan yang berlangsung antara bulan November hingga Maret, penyakit seperti daun keriting dan busuk buah cokelat sering kali menjadi masalah utama para petani. Kelembapan udara harian yang melebihi 80 persen memicu spora jamur untuk berkecambah hanya dalam waktu 24 sampai 48 jam setelah menempel pada jaringan tanaman yang basah. Gejala awal yang tidak segera ditangani dapat menyebar dengan cepat ke seluruh blok pertanaman melalui bantuan angin dan cipratan air.
Pengendalian penyakit persik yang efektif berfokus pada kebersihan lingkungan kebun dan pengelolaan tajuk secara fisik. Pembersihan daun-daun gugur serta sisa buah yang membusuk harus dilakukan setiap 3 hari sekali dalam radius 2 meter dari pangkal batang untuk memutus siklus hidup patogen. Selain itu, pangkas cabang-cabang yang terlalu rapat agar sinar matahari pagi dapat menembus bagian dalam tajuk minimal selama 6 jam sehari.
Sebagai tindakan perlindungan lanjutan, pemberian pupuk berimbang dengan dosis 200 hingga 300 gram NPK per pohon setiap 3 bulan sekali dapat memperkuat daya tahan alami tanaman. Pengaplikasian bahan pelindung organik atau agen hayati pada awal musim kemarau, sekitar bulan Mei atau Juni, sangat dianjurkan untuk menekan populasi spora sebelum memasuki siklus pembungaan dan pembuahan berikutnya.